GIANYAR, BALI EXPRESS - Warga sepanjang jalan Tempek Kangin dan Kauh Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, menata kebun di telajakan depan rumahnya secara swadaya. Sampai saat ini penataan untuk mengubah lingkungan yang sebelumnya kumuh itu, baru selesai dikerjakan sepanjang 200 meter.
Penggerak kegiatan, Made Suarjana, Minggu (3/1) menjelaskan, penataan lingkungan berawal dari dampak pandemi Covid-19, karena banyak warga berada di rumah. "Penataan ini dilakukan sejak Oktober 2020, dari gang yang ada di tempek kangin. Sekarang sudah mulai ke tempek kawan," jelasnya.
Warga yang terlibat dalam penataan itu berawal dari iseng-iseng, lantaran banyak warga yang dirumahkan dampak pandemi, kemudian sepakat untuk menata lingkungan.
Selain krama, sekaa teruna juga sangat antusias membantu penataan tanaman. "Semua krama ikut yang memiliki halaman di depan rumahnya, dan ini dilakukan secara swadaya tidak ada paksaan," sambungnya.
Tanaman hias yang ditanam sepanjang jalan itu pun lebih banyak dicari di tegalan warga untuk meminimalisasi anggaran yang keluar. Hanya saja penataan lampu hias pihaknya membeli lengkap dengan lampunya seharga Rp 50 ribu. Sehingga dari penataan itu juga diharapkan dapat menyadarkan masyarakat lainnya untuk menjaga lingkungan.
"Mencari tanaman hias sekaa teruna yang semangat. Yang dicari jenis tanaman seroja. Fokusnya seroja, sebab paling mudah dicari agar tidak mengeluarkan dana. Sebelum ditata memang agak semrawut dan kurang rapi," tandasnya.
Dikatakannya, cara ini dilakukan guna menumbuhkan rasa malu. Selain nantinyabada rasa malu tidak menyapu depan rumah, lanjutnya, warga juga memiliki rasa kebersamaan, agar di setiap telajakan bersih. "Ini juga untuk menumbuhkan pola hidup bersih. Apalagi lingkungan diseragamkan agar kelihatan lebih bagus, dan rapi," imbuhnya.
Meski tidak memberikan sesuatu secara materiil, lanjutnya, cukup ikut menjaga dan memelihara tanaman yang sudah hidup saja sudah lebih dari cukup. "Kami tidak ada target, semoga terus berjalan seperti ini untuk menata lingkungan.," pungkasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya