GIANYAR, BALI EXPRESS - Pandemi Covid-19 membuat daya beli masyarakat menurun. Termasuk daya beli terhadap kebutuhan upakara yang menurun tajam. Padahal sebentar lagi, umat Hindu di Bali akan menyambut hari raya Galungan dan Kuningan.
Kepala UPT Pasar Umum Gianyar, Nengah Arnawa, mengatakan bahwa daya beli masyarakat terhadap buah import menurun. Dan masyarakat banyak meminati buah lokal. Mulai dari jambu air, pisang lokal, sawo, jeruk kintamani, salak, mangga dan buah lokal lain. "Pasokan janur dari Lombok dan Jawa juga mengalami penurunan," ungkapnya Senin (29/3).
Penyebabnya selain daya beli masyarakat yang menurun , juga karena intensitas upakara di Bali menurun akibat pandemi Covid-19. Meskipun demikian, stok kebutuhan pokok jelang Galungan dikatakannya masih normal.
"Karena suplai masih tinggi, tapi daya beli menurun. Dan pedagang juga lebih banyak menyediakan komoditas yang umumnya dibeli masyarakat," sambungnya.
Sementara itu, jelang hari raya Galungan dan Kuningan, harga buah-buahan di sejumlah pasar di Kabupaten Gianyar terpantau masih stabil. Berdasarkan data dari Diperindag Gianyar, harga buah lokal seperti Mangga stabil di angka Rp harga Rp 20.000/kg, Salak Rp 12.000/kg, Jeruk Kintamani Rp 20.000/kg. Kemudian untuk harga bunga mengalami penurunan dari Rp 16.000/kg menjadi Rp 12.000/kg, sedangkan bunga pacar galuh dari Rp 22.000/kg menjadi Rp 16.000/kg.
Selanjutnya harga daging Babi yang normalnya Rp 55.000/kg kini menjadi Rp 85.000/kg, kikil babi Rp 25.000/kg naik menjadi Rp 30.000/kg, Daging Ayam naik Rp 10.000/kg dari harga Rp 28.000/kg. Termasuk harga cabai merah masih tinggi, kini dikisaran Rp 115.000/kg.
Editor : Nyoman Suarna