Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lokasi Penemuan Sarkofagus Ditata, Akan Dijadikan Wisata Sejarah

I Komang Gede Doktrinaya • Sabtu, 17 April 2021 | 02:24 WIB
Lokasi Penemuan Sarkofagus Ditata, Akan Dijadikan Wisata Sejarah
Lokasi Penemuan Sarkofagus Ditata, Akan Dijadikan Wisata Sejarah

SUKASADA, BALI EXPRESS- Desa Tegallingah, Kecamatan Sukasada, Buleleng, mulai menata lokasi penemuan benda-benda bersejarah berupa Sarkofagus di Dusun Gunung Sari beberapa waktu lalu. Rencananya lokasi penemuan itu akan dijadikan tempat wisata sejarah.


Gede Rediawan, 33,  menuturkan, jika dirinya secara tidak sengaja menemukan Sarkofagus, ketika membuat palinggih lebuh saat menggali tanah. Saat pertama kali ditemukan, Sarkofagus tersebut dengan kondisi utuh dan masih baik.


"Waktu ditemukan masih bagus, ya saat diangkat benda (Sarkofagus) itu, lalu retak karena rencananya akan saya pakai untuk pot bunga. Tapi setelah diberi tahu jika benda itu adalah peninggalan masa lalu, maka temuan itu kami laporkan ke aparat dusun," ungkap Rediawan, Jumat (16/4) siang.


Sementara Kepala Dusun (Kadus) Gunung Sari, Gede Yasa, juga tak menampik jika di wilayahnya ini banyak ditemukan benda-benda yang diduga berasal dari zaman pra sejarah. Selain Sarkofagus, salah satu warganya pernah menemukan benda bentuk perahu berisi gelang sejenis peti kecil dan serpihan gigi.


"Lokasinya sekitar 200 meter dari lokasi temuan Sarkofagus yang ditemukan belakangan. Ya, karena kurangnya pengetahuan warga, maka semua benda-benda tersebut diabaikan dan hingga sekarang ini hilang," jelas Yasa.


Perbekel Desa Tegallinggah, Ketut Murdana mengatakan, sebelum ditemukan Sarkofagus ini, ternyata sebelumnya juga banyak ditemukan benda-benda yang serupa. Namun, karena minim pengetahuan warga terkait benda sejarah ini, sehingga benda yang ditemukan itu dirusak karena dianggap tidak bernilai.


"Kami juga telah sepakat dengan perangkat desa, bahwa di lokasi temuan benda bersejarah seperti Sarkofagus akan kami tata untuk dikembangkan menjadi tempat wisata sejarah. Mudah-mudahan kedepan bisa berjalan dengan baik dan lancar," kata Perbekel Murdana.


Untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan wisata sejarah, urai Murdana, pemilik lahan telah bersedia menyerahkan lahannya untuk dijadikan lokasi wisata sejarah. "Kami berinisiatif lokasi temuan dan sekitarnya ini harus diamankan. Caranya kawasan itu kami tata," ujar Perbekel Murdana.


Benda-benda yang diduga memiliki nilai sejarah itu, sering ditemukan divseputaran lingkungannya. Saat ini warga sudah mulai memahami dan mengaku siap mengamankan, jika kembali menemukan benda seperti itu.


"Kami berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten soal rencana membangun areal wisata sejarah di lokasi temuan Sarkofagus. Kami harap ada dukungan pemerintah," pungkas Perbekel Murdana. 






Editor : I Komang Gede Doktrinaya