AMLAPURA, BALI EXPRESS – Beberapa perangkat daerah di Pemkab Karangasem tampaknya tengah berusaha maksimal agar realisasi pendapatan daerah tercapai. Tidak dipungkiri, pendapatan asli daerah (PAD) Karangasem, 2021 ini kondisinya merangkak.
Beberapa pos yang diharapkan dapat menyumbang pendapatan justru masih terpuruk lantaran pandemi Covid-19. Ini membuat target PAD dirasa sulit tercapai. Misalnya sektor pariwisata yang diandalkan dapat menyumbang ke kas daerah sebesar Rp 30,3 miliar, baru terealisasi di bawah Rp 1 miliar hingga Agustus ini.
Jika dilihat target PAD tahun ini, pemerintah memasang Rp 258 miliar. Bahkan target penerimaan sampai triwulan ke tiga diharapkan dapat tercapai Rp 200 miliar. Sumbangan PAD tersebut di antaranya bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, jasa umum, dan lain-lain.
Pelaksana tugas Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, I Komang Agus Sukasena tidak menampik, pendapatan daerah nampaknya sulit tercapai. Meski demikian, pihaknya terus berusaha maksimal. “Yang terpenting saat ini kami berusaha semoga bisa tercapai meski sulit,” kata Agus, Kamis (2/9).
Dia menyebut sektor pariwisata juga terpuruk. Terlebih dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini. Sejumlah pengusaha pariwisata kesulitan beroperasi dan berdampak pada pajak.
Dia pun memahami para pelaku usaha terutama di sektor pariwisata masih belum bisa memenuhi kewajibannya membayar pajak. Ia pun akan melakukan komunikasi, apakah nantinya ada kebijakan atau upaya lainnya.
“Nanti seperti apa sesuai regulasi yang ada. Kami akan menjalin komunikasi juga, karena kami juga paham situasinya saat ini seperti apa,” ucap birokrat yang sempat jadi Plt Kadis Pariwisata Karangasem ini.
Sesuai data realisasi dan target PAD hingga triwulan III, target penerimaan pajak hotel sebesar Rp 13 miliar. Sedangkan pajak restoran target penerimaannya sampai triwulan III atau September mendatang dipatok Rp 6 miliar. Sektor andalan Karangasem, yakni pajak Meneral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C sebesar Rp 28 miliar dari target setahun Rp 44,5 miliar.
Agus berharap target penerimaan hingga September bisa tercapai sesuai yang ditetapkan. "Untuk saat ini yang diharapkan dan digenjot ya sektor galian C. Dari target Rp 44 miliar sudah mencapai 65 persen. Mudahan bisa tembus,” tandasnya.
Editor : Nyoman Suarna