SINGARAJA, BALI EXPRESS – Setelah menunggu selama kurang lebih empat tahun, patung Bung Karno di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno akhirnya terpasang. Pemasangan patung yang terbuat dari bahan logam tersebut dilakukan Selasa (21/9) pagi oleh PT. Sanur Jaya Utama. Patung yang berbobot hampir 2 ton itu berdiri tegak menghadap ke timur dengan jari telunjuk menunjuk matahari terbit.
Selama pengerjaan proyek pemasangan patung, tidak terdapat catatan merah yang dilakukan PT. Sanur Jaya Utama. Pengerjaannya pun sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Bahkan mengalami defiasi positif sebanyak 9 persen. “Tidak ada catatan merah dari pengerjaan patung ini. Kami selalu melakukan pemantauan juga setiap minggunya terkait dengan progresnya. Sejauh ini proyek yang dikerjakan Sanur Jaya Utama ini aman,” tegar Kajari Buleleng, I Putu Gede Astawa.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, patung dengan nilai Rp 859 juta itu dipasang di atas stall yang tingginya 2 meter. Patung itu sebut Melandrat sudah ditunggu-tunggu selama empat tahun, setelah sebelumnya sempat gagal. “Total seluruhnya 14 meter. Patung 8 meter, stall sampai bawah 6 meter. Beratnya hampir 2 ton. Di cor 50 persen. Nilainya untuk patung Rp 859 juta dan untuk relief Rp 585 juta,” terangnya.
Setelah pengerjaan patung selesai, rahap selanjutnya difokuskan pada pengerjaan patung Singa Ambara Raja beserta panggungnya. Patung ini tepat berada di belakang patung Bung Karno. Diperkirakan setelah selesai, akan menjadi salah satu panggung termegah di Bali. “Setelah patung selanjutnya adalah finishing patung Singa Ambara Raja. Akan memiliki stage yang berbeda dengan yang ada di Bali. Di sini nanti bisa melakukan acara-acara ceremonial, seni dan budaya,” tambahnya.
Selain itu, pada sisi selatan juga dibuat sebuah wantilan yang rencananya akan diisi dengan patung sungkem Bung Karno. Nantinya juga akan dilengkapi beberapa foto dan video yang terkait dengan Bung Karno. Dengan demikian, bisa dimanfaatkan sebagai wisata edukasi bagi pelajar hingga masyarakat. “Kemudian ada wantilan yang nanti ada patung sungkemnya Bung Karno. Ini nanti bisa dipakai untuk wisata edukasi, tempat untuk melihat foto-foto dan film-film Bung Karnno nantinya. Dan ini jug menjadi bagian dari tempat untuk memajang karya seni Bung Karno,” imbuhnya.
Pemasangan patung Bung Karno ini dipersiapkan selama tiga hari. Diputuskan pada Selasa (21/9). Pada hari yang bersamaan, pada Selasa (21/9) juga merupakan hari baik menurut umat hindu. Sebab terdapat tiga hari raya suci yang dilaksanakan bersamaan, yakni Anggar Kasih Kulantir, Purnama Kapat serta Kajeng Kliwon.
Editor : Nyoman Suarna