Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pariwisata Bali Direncanakan Buka Oktober

Nyoman Suarna • Sabtu, 25 September 2021 | 02:37 WIB
Pariwisata Bali Direncanakan Buka Oktober
Pariwisata Bali Direncanakan Buka Oktober

BADUNG, BALI EXPRESS – Pariwisata Bali rencananya akan dibuka pada bulan Oktober 2021 mendatang. Untuk mengukur kesiapan Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menggelar rapat koordinasi pembukaan Bali, di Politeknik Pariwisata Bali, Jumat (24/9). Pada rapat yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali dan sejumlah stakeholder terkait, beberapa masukan terangkum yang rencananya akan dibahas kembali pada rapat 30 September mendatang bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.


“Tadi kita sudah berkoordinasi dan seluruh masukan ini akan kami bawa ke rapat koordinasi tingkat menteri pada tanggal 30 September yang akan diketuai oleh Bapak Menko Marves. Di rapat itu akan diputuskan pembukaan atau langkah selanjutnya untuk pembukaan Bali,” ujar Sandiaga Uno.


Berdasarkan masukan yang disampaikan Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), dilaporkan bahwa yang pertama kondisi di Bali sudah menunjukkan situasi yang kondusif, dan langkah persiapan ini sudah memasuki tahap akhir. “Jadi sesuai arahan dari Pak Luhut, bahwa kita akan lakukan persiapan untuk Oktober,” katanya.


Masukan kedua, terkait kesiapan Bali dari segi protokol kesehatan yang mesti ditingkatkan, situasi Covid-19 yang terkendali, dan penerapan aplikasi PeduliLindungi yang terintegrasi. Kemudian yang terakhir, terkait penyiapan paket wisata adaptasi. “Karena kita akan memulai uji coba ini, jadi paket wisata adaptasi seperti paket wisata vaksin booster, paket wisata adaptasi yang berkaitan dengan perluasan green zone, ini yang nanti disiapkan bekerja sama dengan teman-teman industri,” katanya.


Lebih lanjut terkait pariwisata Bali, Sandiaga Uno akan memprioritaskan berkaitan dengan lapangan kerja. Menurutnya, lapangan kerja ini harus diselamatkan karena lebih dari 1,5 tahun menghadapi Covid-19. 


Menurutnya saat ini, yang mesti dikendalikan tidak hanya dari sisi kesehatan, melainkan juga di saat bersamaan harus diberikan satu kepastian kepada masyarakat yang mata pencahariannya betul-betul mengalami keprihatinan dan kesulitan. “Ini akan menjadi prioritas kita dan salah satu paket yang telah kita sampaikan kepada Pak Wagub, ada paket vacation untuk nakes dan ini agar segera dimanfaatkan untuk industri di Bali agar program ini tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu,” jelasnya.


Pada kesempatan yang sama, Wagub Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan dalam hasil rapat, diperkirakan pariwisata Bali akan dibuka pada Oktober mendatang, namun pihaknya belum dapat memastikan tanggal yang tepat untuk mulai dibuka. Pihaknya akan tetap memonitor, memantau, dan meningkatkan kewaspadaan di lapangan. Namun demikian, ia berharap persoalan dibuka atau tidak bukan persoalan hitam dan putih, tetapi ada plan A, plan B, dan plan C. 


“Kita harapkan kalau keadaan baik, seberapa cakupan wilayah yang akan dibuka, begitu juga kalau keadaannya kurang baik seberapa kita bisa buka. Sampai kondisi terburuk pun akan diperhatikan. Jadi tidak persoalan dibuka atau ditutup, tapi ada level-level yang harus kita jajaki, baik menyangkut objek-objek, menyangkut karantina, menyangkut tempat akomodasi dimana nanti meraka akan tinggal. Itu yang kita bahas tadi,” paparnya.


Nantinya, untuk pembukaan pariwisata pihaknya berharap pariwisata yang berbasis alam dan budaya yang berkualitas dan berkelanjutan agar menjadi ritme dan tren terbaru pariwisata Indonesia pasca pandemi,


Sementara terkait paket wisata nakes, merupakan bentuk program pemulihan ekonomi nasional yang diusung untuk memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan yang sudah berjuang menurunkan angka pandemi Covid-19.


“Ini kita tujukan kepada para nakes termasuk di Bali, dan kita harapkan mereka bisa staycation dan bisa mengunakan fasilitas ini untuk beristirahat. Ini untuk menstimulasi dari sisi akomodasi atau pun dari segi makanan dan transportasi,” tutup Sandiaga Uno.(ika)


Editor : Nyoman Suarna
#bali #pariwisata #berita bisnis