DENPASAR, BALI EXPRESS - Seminggu sudah berlalu kasus pengeroyokan viral di depan Kantor PU Jalan Purnawarman, Lumintang, Denpasar Utara, sejak Senin (25/10). Lalu Muncul lagi pengeroyokan bahkan disertai penebasan di depan Banjar Temacun, Kuta, Badung, Minggu (31/10).
Sebagaimana diketahui, kedua kasus di wilayah Polresta Denpasar dan Polsek Jajaran ini sama-sama belum tuntas. Ditemui di Mapolresta Denpasar pada Selasa (2/11), Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Panjaitan mengaku pihaknya dan jajaran mengatensi kedua kasus tersebut.
"Kami masih terus menyelidiki dan memburu keberadaan pelaku yang belum terungkap," kata dia. Dalam perkara pengeroyokan di Lumintang, satu pelaku yakni Herman Gani alias Imam, 32, masih terhindar dari jeratan hukum. Untuk itu, buronan yang sebelumnya dikabarkan mengaku sebagai Buser Polda Bali saat kejadian ini, dikejar oleh Tim Gabungan. Baik dari Polsek Denpasar Utara, Polresta Denpasar, bahkan Polda Bali.
Pria asal Jalan Nazamudin, Karangasem itu juga sudah dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Selain mengejar pelakunya, polisi tengah mendalami dugaan antara korban I Made Pande Windu Merta, 28, dengan dua tersangka Andi Masait alias Asep, 42, dan Oter Ali, 55. yang sudah ditahan sempat berbisnis sebelumnya. Mengingat, pelaku Asep dalam keterangannya mengklaim sebagai korban juga.
Bahwa saat menggadaikan mobil Toyota Yaris miliknya, namun disebut malah dijual oleh korban dengan plat berbeda. "Ini kekeh diakui pelaku, tapi sampai sekarang korban membantahnya. Namun korban sempat menolak melapor dan minta damai, ini coba kami dalami ada dugaan saling kenal dan berbisnis sebelumnya," bebernya panjang.
Sementara kasus pengeroyokan dan penebasan di depan Banjar Temacun, Kuta, disebut Jansen sudah lima saksi yang diambil keterangannya oleh Polsek Kuta. Namun kelompok pelaku disebut menggunakan enam sepeda motor masih diselidiki keberadaannya. Kapolresta berucap pelaku disinyalir kuat tengah mabuk sampai nekat tiba-tiba menyerang orang.
Menariknya, meski yang viral di media sosial digadang-gadang pelakunya orang luar Bali. Perwira melati tiga di pundak ini menduga kelompok tersebut orang lokal. "Kami sudah periksa CCTV juga, diperkirakan pelaku menggunakan enam sepeda motor dan lebih dari tujuh orang. Untuk kondisi korban sudah membaik setelah menderita dua jahitan akibat luka robek di kepala belakang," tutupnya.
Editor : I Dewa Gede Rastana