GIANYAR, BALI EXPRESS - Sebuah truk terperosok ke tepi jurang di Jembatan Tukad Petanu, Jalan Laplapan, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar, Selasa (14/12). Truk bermuatan koral tersebut tak kuat menanjak. Beruntung sopir truk dan dua orang penumpangnya berhasil menyelamatkan diri.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.47 WITA. Dimana truk bernomor polisi DK 9567 KJ yang dikemudikan oleh I Wayan Buda, 35, asal Kintamani, itu melaju dari arah timur jurusan Kintamani, Kabupaten Bangli menuju Ubud untuk mengirim koral.
Namun setibanya di TKP yang merupakan jalanan menanjak, diduga truk tidak kuat menanjak dan as pendek patah sehingga mundur dan terperosok ke tepi jurang. Dan nyaris tercebur ke Sungai Petanu.
Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan bahwa truk tidak kuat menanjak sehingga berjalan mundur dan terperosok ke tepi jurang. Beruntung sopir beserta dua orang buruh angkutnya berhasil menyelamatkan diri. "Saat truk melaju dua buruh berada di bak belakang. Jadi sebelum masuk jurang, yang di belakang melompat, sopirnya juga turun. Tidak ada korban jiwa," tegasnya.
Sedangkan, truk langsung masuk ke tepi jurang dengan posisi bagian bak truk miring ke jurang dengan posisi kepala di atas. Setelah menerima laporan, pihaknya pun turun ke TKP. "Saat ini sudah ada tim yang melakukan evakuasi. Sedangkan kami mengamankan jalur," bebernya.
Menurutnya, jalur tersebut memang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Terakhir di lokasi tersebut terjadi kecelakaan laku lintas yang menewaskan seorang ibu dan mertuanya yang kejadiannya sempat menggegerkan Gianyar beberapa waktu lalu. "Ini lokasi yang sama dengan lokasi kecelakaan ibu, mertu dan anak. Syukur sekarang tidak ada korban, dan saat ini masih menunggu derek untuk evakuasi truk," tegasnya.
Sejatinya, lokasi tersebut telah dipasang pengaman sisi tebing. Sehingga truk itu pun tak sampai masuk jurang. Hal serupa disampaikan oleh, Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, I Wayan Suamba, yang menjelaskan bahwa jalur tersebut sudah dipasangi pengamanan jurang berupa guadrill yang dipasang oleh Dinas PUPR. "Tapi nanti tetap akan kita kaji lagi," tegasnya.
Editor : I Dewa Gede Rastana