Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, seniman yang dikenal dengan peran patih anom dalam drama gong ini memang sakit sejak lama. Ia menderita diabetes, sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit. Salah satu putrinya, Anak Agung Istri Oka Yuniari mengatakan, ayahnya lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur.
Sehari sebelum meninggal dunia, masih bisa diajak bicara, bahkan sempat meminta rambutnya dicukur dan kukunya dipotong. Permintaan itu pun dipenuhi oleh salah satu cucunya. “Ajik (ayah) meninggal sekitar pukul 10 pagi tadi,” ungkapnya.
Anak Agung Gede Rai Kalam meninggalkan 5 orang anak, semuanya perempuan. Di mata anak-anaknya, almarhum adalah sosok orang tua yang bijaksana. Almarhum dikenal sebagai legenda drama gong yang aktif sekitar 1960-an hingga 1990-an. Ia memerankan patih anom. Terakhir pentas sekitar 2015 lalu di panggung terbuka Ardha Candra Art Centre, Denpasar. Terkait proses palebon, pihak keluarganya masih rembug.
Editor : I Made Mertawan