Tampaknya perbuatan dua muda mudi tersebut dilakukan saat ada pementasan napak pertiwi. Dalam video tersebut juga terdengar suara dari grup lawak Celekontong Mas sedang menghibur penonton.
Bendesa Adat Getasan I Gusti Ngurah Ketut Dharma Adnyana mengatakan, pihaknya belum mengetahui terkait perilaku yang dilakukan oleh kedua muda mudi tersebut. Pasalnya ia tidak berada di Pura saat kejadian tersebut. Kendati demikian pihaknya membenarkan bahwa, pada Rabu (9/2) memang digelar Napak Pertiwi di Pura Rambut Siwi, Banjar Kauh, Desa Getasan. “Memang ada Napak Pertiwi, tetapi memang tidak menonton, dan saya belum tahu kejadian tersebut,” ujar Adnyana saat dikonfirmasi Minggu (13/2).
Menurutnya, tindakan pasangan tersebut tidak pantas dilakukan di areal Pura. Adnyana pun telah mencari tahu siapa pelaku dalam video tersebut melalui sekaa teruna setempat. Namun dari pengakuannya tidak ada yang mengenal pasangan muda mudi tersebut. “Tadi sempat saya cari tahu siapa orangnya dalam video itu, tapi tidak ada yang tahu. Kemungkinan orang dari luar desa,” ungkapnya.
Namun dengan adanya perilaku tidak senonoh di areal Pura, pihaknya belum berani memberikan sanksi kepada pasangan tersebut. Pasalnya dalam hal ini Adnyana masih berkoordinasi dengan Kelian Pura.
“Sebenarnya yang mengetahui secara pasti adalah Kelian setempat karena Pura itu diempon oleh Banjar Kauh. Nanti mungkin dari prajuru disana bisa memberikan sanksi,” jelasnya. Jika memang benar terjadi di Pura Rambut Siwi, Adnyana menyarankan untuk melaksanakan mecaru.
Kelian Adat Banjar Kauh Putu Arya mengaku, tidak mengetahui hal tersebut. Padahal dirinya sedang berada di Pura Rambut Siwi, namun sedang disibukkan dengan hal lainnya. Namun saat dikirimkan video berdurasi sembilan detik tersebut, Arya tidak mengenal kedua muda mudi tersebut. “Saya tidak kenal dengan orangnya (pasangan berbuat tidak senonoh),” ujar Arya.
Disinggung terkait sanksi yang akan diberikan, ia memenyebutkan disesuaikan dengan perarem di desa adat. “Kalau diketahui orangnya akan ada sanksi, nanti akan disesuaikan dengan perarem di desa adat,” singkatnya.
Sementara, Kelian Pura Rambut Siwi I Nyoman Warnaya saat dihubungi via telpon dan pesan singkat melalui WhatsApp tidak digubris.