Gubernur Koster mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak khususnya Pemerintah Kabupaten/Kota sampai tingkat Desa/Kelurahan yang telah ikut melaksanakan Bulan Bahasa Bali yang telah berjalan lancar. Gubernur menegaskan bahwa tujuan dari penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali tersebut adalah untuk melestarikan bahasa Bali sebagai Bahasa Ibu, ditengah kemajuan teknologi atau modernisasi saat ini.
Untuk itu diharapkan, Bulan Bahasa Bali yang rutin dilaksanakan setiap Bulan Pebruari tidak hanya sekedar simbolisasi semata. Melainkan sebagai wadah untuk belajar khususnya para generasi muda, dalam pemperdalam bahasa dan budaya Bali.
Sehingga kedepannya, dalam pelaksanaan bulan bahasa Bali ke lima, Gubernur meminta agar cangkupannya diperluas dan yang menjadi sasaran utama adalah generasi muda.
"Karena untuk memperkokoh bahasa, budaya dan adat istiadat budaya Bali dipegang oleh generasi muda. Untuk itu, generasi muda harus dicetak menjadi SDM yang unggul, berkualitas dan memegang teguh budaya bali," terangnya.
Selain itu, Gubernur juga berpesan kepada generasi muda agar tidak malu untuk menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari. Karena hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk melestarikan bahasa Bali.
Disamping itu, Gubernur Bali juga menekankan dari 1.400 Desa adat yang ada di Bali dimana 1.200 Desa adat sudah menyelenggarakan Bulan Bahasa Bali, dan sisanya belum diharapkan kedepan seluruh Desa dapat melaksanakan bulan bahasa bali dengan serentak.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha melaporkan bahwa sebulan penuh. Diisi dengan berbagi kegiatan yaitu Wimbakara (lomba-lomba) digelar secara luring dan daring. Editor : I Putu Suyatra