Temuan ini sekarang sedang ditindaklanjuti oleh Dinas Kebudayaan Tabanan bersama Balai Arkeologi Bali dan Balai Pelestarian Cagar Budaya dengan meninjau keberadaan goa tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan I Wayan Sugatra menjelaskan, goa tersebut ditemukan di pekarangan rumah milik I Ketut Nada belum lama ini. Saat itu pemilik rumah sedang menata pekarangannya.
Saat melakukan penataan, tiba-tiba tanah yang ditata justru ambles. Hingga ditemukanlah lubang besar.
“Sebagai tindak lanjutnya, kami bersama Balai Arkeologi Bali dan Balai Pelestarian Cagar Budaya sudah melakukan peninjauan ke lokasi penemuan tersebut,” jelas Sugatra, Senin (11/4).
Menurutnya, hasil peninjauan yang dilakukan Balai Arkeologi dan Balai Pelestarian Cagar Budaya menyimpulkan bahwa lubang tersebut merupakan goa yang di dalamnya terdapat empat relung atau ceruk. “Diduga sebagai tempat semedi,” jelasnya.
Terhadap temuan dan kesimpulan itu, tim dari kedua balai tersebut meminta pemilik lahan untuk sementara menjaganya agar terhindar dari kerusakan. Karena setelah ini diperlukan penelitian lebih lanjut. “Setelah ini akan diteliti lebih lanjut,” katanya.
Belum diketahui berapa ke dalam dari goa tersebut. Hasil pemantauan sementara, goa itu melintang dari utara ke selatan. Pintu masuknya diduga dari arah barat dengan ketinggian satu setengah meter dan lebar 5,2 meter.
Mengenai ceruk yang ditemukan di dalamnya ukurannya berbeda-beda. Ceruk di sebelah utara tingginya 1,2 meter lebih dan lebarnya 1,4 meter. Ceruk kedua ada di timur. Tingginya 1,3 meter dan lebarnya 1,27 meter.
Sementara ceruk ketiga jaraknya dekat dengan ceruk kedua. Tingginya 1,1 meter dan lebarnya 1,1 meter. Sedangkan ceruk keempat ada di samping ceruk ketiga dengan ketinggian 1,2 meter lebih dan lebar 1,9 meter.