Semula pihak sekolah enggan menanggapi karena isu tersebut tidak benar. Namun sikap diam dari pihak sekolah seolah ditafsirkan sebagai pembenaran. Pihak sekolah pun akhirnya mengambil sikap dengan melakukan klarifikasi terhadap foto-foto yang beredar dengan narasi menuding sekolah Bali Mandara menganut aliran sampradaya. Padahal rombongan tersebut merupakan Konsulat Jenderal Kedubes India untuk menindaklanjuti siswa yang lolos dalam program beasiswa ke Osmania University Hyderabad India. Namun sayangnya kemunculan foto-foto yang diambil pada tahun 2018 silam itu diartikan berbeda.
Pihak sekolah pun tak menyangka akan diterpa isu demikian. Menurut I Nyoman Darta, Kepala SMA N Bali Mandara, foto-foto itu diambil tahun 2018, jauh sebelum isu sampradaya menyeruak. Hari itu bertepatan dengan hari raya Siwaratri. Darta mengaku mengundang Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng untuk memberikan materi seputar Siwaratri kepada siswa. Materi diisi I Putu Wilasa yang kala itu menjabat sebagai ketua PHDI. “Saat pagi memang saya mengundang PHDI. Materinya bagus, saya senang dan anak-anak juga menerima. Materinya nyambung,” kata dia saat ditemui di SMA N Bali Mandara, Jumat (27/5) siang.
Dihari yang sama pihak sekolah mendapat telepon yang mengaku dari PHDI Bali akan memberikan materi. Pihak sekolah pun menerima. Pada malam hari datang beberapa tamu yang mengatasnamakan diri dari PHDI Bali. Materi pun dimulai. Awal materi penyampaiannya masih dapat diterima. Namun di pertengahan Darta dan beberapa guru yang mendampingi siswa merasakan kejanggalan. “Kami terima. Tamu siapa pun kami terima. Apalagi dikatakan dari PHDI Bali. Tidak mungkin rasanya dengan tujuan yang tidak baik. Dipertengahan sudah mulai kurang pas. Tapi kami masih biarkan berlanjut karena tidak etis rasanya memotong saat sedang berbicara. Kami tetap hormati. Di akhir barulah kami berikan pemahaman kembali pada anak-anak kami, kami kuatkan lagi dengan memberikan petuah sesuai ajaran yang benar. Syukur anak-anak kami kuat, tidak goyah,” terangnya.
Menyikapi soal beredarnya isu sampradaya yang banyak beredar di media sosial, Darta dengan tegas menampik hal tersebut. Tak seorang pun di SMA N Bali Mandara menganut aliran sampradaya non dresta. Apalagi hingga menyebar ke seluruh sekolah. “Kami tegaskan itu tidak ada,” tutupnya.