Holywings Beach Fest Akan Dibuka dengan Nama Berbeda

I Dewa Gede Rastana • Dipublikasikan Senin, 18 Juli 2022 | 03:25 WIB
DIBUKA: Bangunan Atlas Beach Fest yang akan Senin (18/7). (DOK. BALI EXPRESS)
DIBUKA: Bangunan Atlas Beach Fest yang akan Senin (18/7). (DOK. BALI EXPRESS)

BADUNG, BALI EXPRESS - Setelah puluhan usaha Holywings ditutup, akhirnya salah satunya akan dibuka di Jalan Pantai Berawa Nomor 88, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara. Namun pembukaan bar yang digadang-gadang menjadi terbesar se-Asia Tenggara itu memiliki sedikit perbedaan. Sebelumnya usaha yang akan dibuka dengan nama Holywings Beach Fest tersebut kini menggunakan nama Atlas Beach Fest. Acara pembukaan akan berlangsung pada Senin (18/7) pukul 16.00. Grand opening ini rencananya akan dihadiri oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.


 


Manajemen Atlas Beach Fest, Tommy saat dihubungi pun membenarkan rencana pembukaan bar dan beach club tersebut. Bahkan ia menjelaskan, dalam acara pembukaan akan ditambahkan pelepasan tukik sebagai simbol peduli terhadap lingkungan. “Rencananya dibuka Senin ini akan dibuka, seduai dengan undangan yang sudah disebar. Acaranya sekitar pukul 16.00,” ujar Tommy, Minggu (17/7). 


 


Menurutnya, dibukanya Atlas Beach Fest ini tidak seluruhnya sudah beroperasi. Lantaran ada beberapa bangunan yang belum selesai pengerjaannya. “Sebenernya secara total belum selesai pembangunannya, karena kita ada konsep menjual makanan, jadi jual makananya saja yang dibuka,” jelasnya. Sayanya saat disinggung terkait izin operasional, Tommy tidak memberikan jawaban. 


 


Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat ditemui usai Rapt Paripurna, membantah jika ada usaha Hollywings yang dibuka di wilayahnya. Bahkan Bupati asal Pelaga ini menjelaskan tidak ada perubahan nama Hollywings, sebab usaha tersrbut belum resmi dibuka. “Tidak ada Hollywings launching di sini. Kalau yang namanya sudah ada kemudian diganti itu baru namanya berubah nama. Saya tidak mau kalau teman-teman nanti ada provokasi,” jelas Giri Prasta. 


 


Lebih lanjut Bupati dua periode inj pun menerangkan dirinya sangat terbuka dengan adanya investasi. Bahkan ia akan membantu dari sisi regulasi. Asalkan usaha tersebut tidak memarjinalkan masyarakat setempat. “Saya tetap berkomitmen masyarakat saya yang ada di Kabupaten Badung harus  menjadi tuan di rumahnya sendiri. Sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki,” terangnya. 


 


Disingung terkait kelengkapan izin usaha, Giri Prasta menegaskan bukan menjadi urusannya. “Sudah ada perizinan terpadu (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) yang ada di Kabupaten Badung,” imbuhnya. 


 


Sebelumnya diberitakan, bar yang digadang-gadang menjadi yang terluas di Asia Tenggara ini tinggal menghitung hari untuk proses finishing bangunan. Dari informasi yang dihimpun koran ini, rencananya beach club seluas 3 hektar ini akan dibuka pada 17 Juni 2022. Bahkan sudah dilakukan proses rekrutmen pegawai sejak September 2021. Sayangnya dari rekrutmen tersebut belum ada warga asli Banjar Berawa, Desa Tibubeneng yang diterima. 


 


Kelian Dinas Banjar Berawa, Gede Agus saat dikonfirmasi pun membenarkan hal tersebut. Namun pihaknya menerangkan, masyarakat Berawa jumlahnya sedikit dan banyak yang masih seklolah. Sehingga belum ada yang diterima bekerja di Holywings Beach Fest. 


 


“Sudah dari dulu (rekrutmen tenaga kerja) dari September 2021 kalau tidak salah. Kurang lebih di Banjar Berawa penduduknya sedikit, mungkin di Banjar lainnya ada se-Desa Tibubeneng, di Berawa belum karena masih banyak yang sekolah,” ujar Agus. 

Editor : I Dewa Gede Rastana
holywings bali atlas beach fest buka dengan nama berbeda Holywings Beach Fest akan buka