Gedung sudah rampung dan tinggal diserahkan kepada pihak desa. Rencananya, pasar dengan gedung berukuran 18m x 30m ini akan dikelola BUMDes. "Mudah-mudahan masyarakat lebih nyaman aktivitas jual beli di pasar," harap Bupati Suwirta, Kamis (8/9).
Suwirta meminta agar pemerintah desa dengan desa adat tetap jalin komunikasi. Terutama memastikan dan mengawal pengelolaan administrasi keuangan dengan baik, sehingga pasar benar-benar berjalan maksimal. "Tolong pastikan dulu pengelolaan administrasi keuangan dengan baik," pinta Suwirta.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Manengah dan Perdagangan Kabupaten Klungkung I Wayan Ardiasa mengatakan gedung pasar dikerjakan dengan dana APBD Tahun 2021 sebesar Rp 3,2 miliar. Dengan masa pengerjaan selama 140 hari.
Total pedagang yang bisa ditampung di areal gedung pasar, berkapasitas 55 pedagang. Ini cukup menampung seluruh pedagang yang ada di desa setempat.
Pembangunan sempat terhenti lantaran Pemkab Klungkung sempat menghentikan kontrak dengan rekaman karena pekerjaan dinilai tidak sesuai bestek. Saat itu, pedagang yang berjumlah 36 direlokasi di lapangan masih dekat pasar.
Perbekel Jungutbatu I Made Gede Suryawan mengaku bersyukur, akhirnya pembangunan pasar bisa terealisasi. Pihaknya berterima kasih kepada pemerintah karena desanya kini memiliki pasar yang representatif. "Mudah-mudahan masyarakat bisa bersama-sama menjaga dan merawat pasar ini," tukas Suryawan.