Saat ini jenazah almarhum masih dititipkan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, yang selanjutnya akan dipulangkan ke Desa Gerih, Kecamatan Abiansemal Rabu (20/12). Hari berikutnya akan dilaksanakan prosesi mekingsan ring geni.
Anak bungsu almarhum yakni, Ketut Satyawan Semadhi mengatakan, ayahnya memang memiliki penyakit jantung sejak lama. Namun tetap dapat menjalani aktivitas seperti biasa. Kemudian pada 14 Desember 2022, almarhum mengeluhkan sesak pada hulu hati. “Setelah mengeluh sesak, langsung dilakukan perawatan secara home care. Setelah itu dilakukan pengecekan lab, yang akhirnya mengharuskan bapak dirawat di rumah sakit,” ujar Semadhi, Senin (19/12).
Menurutnya, saat dibawa ke rumah sakit, mantan Wali Kota Denpasar tersebut mendapatkan perawatan intensif. Namun sayangnya almarhum tidak dapat tertolong, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 18 Desember 2022. “Bapak meninggal pada pukul 23.40, kemarin (Minggu) malam. Meninggalnya dinyatakan gagal jantung, mungkin ada pemicu yang menyebabkan ada serangan (jantung)” ungkapnya.
Semadhi pun menuturkan, ayahnya juga sempat mengalami serangan jantung, namun tidak terlalu parah. Saat ini ia menyebutkan, jenazah almarhum sedang dititipkan di RSD Mangusada. Untuk upacara pengabenan rencanaya akan dilaksanakan setelah hari raya galungan. “Rencananya akan mekingsan ring geni terlebih dahulu, di 21 Desember. Besok (Selasa) jenazah akan dipulangkan,” jelasnya.
Semasa hidupnya, Drs. I Made Suwendha merupakan Wali Kota Denpasar Pertama. Ia pertama kali menjabat pada 27 Februari 1992, yang saat itu Denpasar baru berubah status dari Kota Administratif menjadi Kota Madya. Sebelum menjadi Walikota, Suwendha sempat menjabat Sekretaris Daerah Denpasar saat masih satu kesatuan dengan Badung. Setelah menjadi Wali Kota, Beliau juga aktif di beberapa organisasi di Bali. Bahkan Suwendha sempat menjadi anggota DPR RI pada tahun 2004-2009.
Selama menjadi Wali Kota, Sumadhi mengisahkan, ayahnya banyak mengerjakan proyek fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos). Seperti diantaranya perbaikan Jalan Gajah Mada, Jalan Matahari Terbit, pembangunan beberapa jembatan. “Beliau banyak membangun jembatan, lebih memudahkan masyarakat seperti di Imam Bonjol, jalur untuk proses pengabenan,” ingatnya. Editor : I Dewa Gede Rastana