Namun, seorang ibu dan anaknya disebut nyaris terkena reruntuhan tembok penyengker pura. Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi menjelaskan, peristiwa itu diketahui saat wanita bernama Gusti Ayu Dewi Handayani, 53, dan anaknya AA Gede Setiawira sedang berada di rumahnya yang dekat dengan tempat kejadian perkara.
Awalnya, terdengar suara reruntuhan kecil dari luar rumahnya. Sehingga, saksi bergegas keluar dan mengecek sumber suara. Tampaklah senderan atau tembok pura di sebelah utara sudah mengalami retakan. "Curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini di wilayah Kota Denpasar pada khususnya dan Wilayah Bali pada umumnya mengakibatkan beberapa bencana terjadi, kejadian ini adalah salah satunya," ujarnya.
Kala itu, mereka melihat ada seorang ibu mengendarai motor bersama anaknya sedang melintasi jalan tepat di bawah senderan. Merasa hal itu sangat berbahaya, Gusti Ayu Dewi pun memperingatkan pemotor ibu dan anak itu agar melintas dengan cepat. Beruntung, ibu dan anak itu diperingatkan, karena setelah berhasil melintas, senderan dan tembok pura seketika longsor dengan suara gemuruh besar.
Kemudian materialnya menimbun badan jalan di bawahnya. Polsek Denpasar Utara yang menerima informasi terkait kejadian ini segera mendatangu TKP dan memasang police line untuk mensterilkan lokasi. Selain itu, petugas memberi terpal pelapis untuk hindari longsor lanjutan mengingat hujan masih lebat disekitar lokasi.
Selanjutnya, kepolisian bekerjasama dengan BPBD Kota Denpasar serta pihak terkait lainnya, untuk melakukan evakuasi dan pembersihan puing-puing longsoran. "Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada ketika beraktivitas saat kondisi cuaca seperti sekarang ini," tutupnya. Editor : I Dewa Gede Rastana