Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lewat Aristocrats, Fotografer asal Belanda Pamerkan Foto Orang Bertubuh Pendek

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 28 Desember 2022 | 22:05 WIB
PAMERAN FOTO : Pameran fotografi karya fotografer asal dari Belanda, Ted van der Hulst di Museum ARMA, Ubud, Rabu (28/12). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)
PAMERAN FOTO : Pameran fotografi karya fotografer asal dari Belanda, Ted van der Hulst di Museum ARMA, Ubud, Rabu (28/12). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)
GIANYAR, BALI EXPRESS -  Fotografer asal dari Belanda, Ted van der Hulst. menggelar pameran fotografi yang bertajuk 'Aristocrats' di Museum ARMA, Ubud, Gianyar, mulai Rabu (28/12) hingga 18 Januari 2023 mendatang.

 

Ted Van der Hulst menyajikan puluhan karya fotografi human interest yang digali dari kehidupan komunitas orang-orang bertubuh pendek (cebol) yang bertahan hidup di tengah gemuruh aktivitas pariwisata di Bali. Ia kebanyakan memotret dengan menggunakan lampu studio dan tripod. Ia menghindari efek khusus dan citra digital serta memilih membiarkan lensa dan kamera bekerja untuk menjaga foto tetap jujur dan otentik.

 

Seperti karya dalam pameran Aristocrat ini, ia terpikat berkarya di luar apa yang dianggap sebagai kecantikan. la lebih mengedepankan apa adanya dari tangkapan lensa kameranya. Dimana inspirasi dari komunitas orang-orang pendek di Bali ini rupanya menjadi bagian dari upayanya menampilkan orang-orang yang terpinggirkan dan yang nyaris tak dibicarakan.

 

Sebagian karya mengambarkan aktivitas komunitas yang berjumlah sekitar 25 orang yang bekerja melalui pertunjukan tinju komunitas Midget Fun Boxing ini bagi turis di Bali. Ted van der Hulst ingin menyodorkan betapa kegigihan komunitas ini memperjuangkan kehidupan, sebagai hak sebagaimana warga yang lain.

 

Boncel adalah seorang visioner, yang berharap untuk mewujudkan sebuah komunitas permanen yang lebih besar yang akan berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi orang cebol Indonesia dan tujuan wisata yang menawarkan program pertunjukan dan kegiatan reguler.

 

Saat berjumpa dengan media, Ten van der Hult menyampaikan bahwa inspirasi itu muncul saat ia berada di Kerobokan dan melihat sebuah mobil Pikap di Traffic Light menuju tempatnya bekerja. Disana ada Pak Boncel, yang ternyata sudah 10 tahun bekerja sebagai menghibur para tamu melalui pertunjukkan tinju. “Disana ada waktu yang panjang untuk memiliki angle-angle foto dan berdialog dengan modelnya. Apa yang mereka lakukan menjadi sebuah inspirasi dan akan saya buat buku,” ujarnya.

 

Dirinya mengaku sangat salut dengan komunitas tersebut karena mereka bekerja sangat profesional. Selain itu dalam komunitas itu tidak ada yang saling merendahkan. Sehingga dirinya pun ingin menonjolkan kekuatan dari komunitas tersebut. Bukan hanya kekuatan fisik tapi juga semangatnya.

 

Berangkat dari hal tersebut, Ted van der Hulst pun memamerkan rangkaian foto-foto yang merupakan kerja sama Boncel dan kawan- kawan yang mengizinkannya mengabadikan tidak hanya pesona panggung mereka, tetapi juga memberikan pandangan sekilas yang intim tentang aktivitas sehari-hari sebagai bukti bahwa mereka adalah anggota terhormat dari keluarga manusia. Ia pun memilih satu foto untuk dijadikan cover buku yang berisi karya fotonya, yakni foto orang bertubuh pendek yang wajahnya dilukis warna merah-putih. “Kenapa ini digunakan sebagai cover bukunya? Ya karena ada warna merah putihnya yang mewakili Indonesia,” pungkasnya.

 

 

Ted van der Hulst lahir di Utrecht, Belanda, tahun 1982 silam ini mengeluti dunia fotografi sejak kecil. Seusai kuliah di Fotovakschool Amsterdam ia bekerja di MRA untuk menggarap foto-foto majalah Harper's Bazaar, Cosmopolitan, dan Esquire sambil mengajar fotografi di Lasalle College di Jakarta.

 

Proyek pribadinya yang menampilkan karya fotografi yang sangat menyentuh pernah dipamerkan dan diterbitkan dalam sebuah buku bertajuk Dennis pada tahun 2017. Pameran lima tahun silam itu menyajikan kehidupan orangutan muda yang diselamatkan kemudian belajar bagaimana hidup kembali di hutan. Kemudian berturut-turut pameran foto High Dogciety di Edwin Gallery, dan JakCats di Kunstkring. (ras) Editor : I Dewa Gede Rastana
#fotografer asal belanda #orang bertubuh pendek #museum arma #tampilkan potret #lewat aristocrats