Yowana Desa Adat Kesiman sendiri mengemas mengaturkan penjor saat Pengerebongan ini dengan bentuk lomba antar banjar. Dan dalam penilaian akhir, penjor milik Banjar Kesambi keluar sebagai yang terbaik dengan meraih nilai 917 dari tiga juri dimana juri I memberikan nilai 317, juri II 294, dan juri III 306. Sementara juara II diraih Banjar Ceramcam dengan nilai 914, kemudian juara III Banjar Meranggi dengan nilai 907. Lalu juara harapan I hingga III diraih Banjar Abiangnangka Kaja dengan nilai 895, Banjar Ujung dengan nilai 879, dan Banjar Kebonkuri Kelod dengan nilai 878.
Penjor Banjar Kesambi ini terbilang unik dimana ada sosok barong dengan ukuran kecil yang ditempatkan di atas alas penior. Kemudian di atasnya terdapat sampian dengan dibubuhi bulu barong juga. Kelian Yowana Desa Adat Kesiman, I Wayan Dendy Sandinatha, Minggu (22/1) mengatakan, penilaian juri khususnya untuk pemenangan berdasarkan beberapa unsur yakni akumulasi dari semua total penilaian kelengkapan bahan. Kemudian inovasi pengolahan bahan serta keindahan atau estetika.
“Total ada 32 banjar adat di Desa Adat Kesiman. Sebenarnya lomba ini bukan wajib, tetapi menghaturkan penjor saat Pengerebongan yang wajib dilakukan. Tapi karena perkembangan zaman, muncul inovasi lomba penjor ini dimana penggarapannya dominan dilakukan oleh STT atau anak-anak muda,” tegas Dendy.
Selain itu, dengan lomba budaya ini menumbuhkan kreativitas serta pelestarian budaya oleh anak-anak muda di Kesiman sekaligus melestarikan tradisi yang sudah ada sejak zaman dulu.