Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Imlek, Umat Hindu dan Budha Berbaur di Kongco Dwipayana

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 23 Januari 2023 | 18:48 WIB
AKULTURASI : Umat Budha dan Hindu saat melakukan persembahyangan bersama di Griya Kongco Tanah Kilap saat perayaan Imlek 2574, Minggu (22/1). Agung Bayu/Bali Express
AKULTURASI : Umat Budha dan Hindu saat melakukan persembahyangan bersama di Griya Kongco Tanah Kilap saat perayaan Imlek 2574, Minggu (22/1). Agung Bayu/Bali Express
DENPASAR, BALI EXPRESS — Toleransi beragama ditunjukkan saat perayaan Hari Imlek 2574 di Griya Kongco Dwipayana, Denpasar. Meski Imlek adalah hari besar umat Budha, namun umat Hindu Bali juga ikut melakukan persembahyangan di lokasi tersebut. Bahkan, semuanya menjadi satu, meski cara bersembahyang berbeda-beda.

Jika umat Buddha menggunakan dupa sebagai sarana persembahyangan dengan pakaian identik merah, umat Hindu menggunakan sarana sembahyang seperti biasanya, yakni bunga (canang), serta dupa dengan menggunakan pakaian adat kamen, saput, udeng, serta kebaya.

Tak ada sekat antar dua agama tersebut dan kedua umat berbeda bersembahyang dengan tujuan yang sama yakni keselamatan, kemakmuran, dan semua mahluk hidup berbahagia.

Seperti penuturan Jro Mangku Melati yang rutin sembahyang saat Imlek di Griya Kongco Dwipayana ini. Jro mangku yang tinggal di Denpasar Utara ini mengatakan, datang bersembahyang di tempat ini bersama keluarganya. Dengan membawa dupa, dan canang, Jro Mangku Melati bersembahyang di salah satu pelinggih Hindu yang memang ada di lokasi tersebut.

“Kalau setiap Imlek memang saya dan keluarga datang kesini. Tujuannya supaya diberikan kesehatan, banyak rezeki, dan seluruh umat berbahagia,” ujar Jro Mangku Melati.

Sementara pemangku di Kongco Dwipayana Ida Bagus Adnyana mengatakan, persembahyangan bersama telah dilakukan pada pukul 00.00 Wita untuk melepas tahun yang sebelumnya dan membuka tahun yang baru. Persembahyangan ini usai pukul 02.00 Wita. Kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan sendiri-sendiri.

“Tahun Baru Imlek 2574 ini kita membuka lembaran baru. Persembahyangan ini berlangsung hingga tengah malam nanti. Umat yang datang dari segala penjuru, bukan hanya di Bali saja, melainkan Indonesia. Karena kongco ini juga salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Ida Bagus Adnyana.

Ida Bagus Adnyana mengatakan,
nuansa merah sangat kental di kongco ini sebagai lambang kecerahan yang merupakan simbol sejahtera dan bahagia, karena sejahtera memberikan kebahagiaan. Selain persembahyangan, juga digelar hiburan kesenian, mulai dari Barongsai hingga kesenian Bali.

 
Photo
Photo
Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Umat Hindu dan Budha Berbaur #imlek #Kongco Dwipayana