Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Yayasan Anak Unik, Wadahi Penyandang Disabilitas Agar Tampil Percaya Diri

I Dewa Gede Rastana • Minggu, 29 Januari 2023 | 22:41 WIB
PERSIAPAN :  Anak-anak Yayasan Anak Unik di Banjar Tengkulak Kaja Desa Kemenuh Kecamatan Sukawati, Gianyar, menarikan tari Janger waktu lalu. (ISTIMEWA)
PERSIAPAN : Anak-anak Yayasan Anak Unik di Banjar Tengkulak Kaja Desa Kemenuh Kecamatan Sukawati, Gianyar, menarikan tari Janger waktu lalu. (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS - Terlahir menjadi penyandang disabilitas tentunya bukan harapan siapa pun. Namun meskipun lahir dengan keterbatasan semestinya tidak membuat seseorang berputus asa. Sebuah yayasan di Gianyar pun dibangun untuk mewadahi para penyandang disabilitas agar bisa berdaya bahkan menembus batas.

Adalah Yayasan Anak Unik yang berlokasi di Banjar Tengkulak Kaja Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Yayasan itu berdiri sejak tahun 2014 silam yang tujuannya untuk menambah rasa percaya diri anak-anak disabilitas untuk tampil di depan umum. Anak-anak penyandang Tuna Grahita yang bergabung dalam yayasan itu pun diajarkan berbagai kegiatan, diantaranya menari Bali. "Dari yang awalnya mereka sangat tertutup, kini mereka menjadi anak-anak yang bahagia bisa tampil menari. Jadi disini mereka menambah rasa percaya diri mereka daripada mereka disembunyikan di rumah tidak pernah bergaul. Dengan menari mereka tidak ada beban, mereka senang bisa berhias," terang Pendiri Yayasan Anak Unik, Ni Gusti Putu Parmiti.

Ditambahkannya jika sejatinya bukan hal mudah untuk melatih anak Tuna Grahita ini menari. Sebab perlu waktu yang relatif lama dan membutuhkan kesabaran. Sehingga kini keberhasilan seorang anak tuna grahita dalam menari menjadi suatu hal luar biasa bagi dirinya. "Di awal-awal, perlu waktu sampai satu tahun agar mereka bisa menari gerak dasar Panyembrahma. Karena mereka ini alami kesulitan koordinasi. Jadi mereka tidak bisa melakukan 3 hal sekaligus di satu kesempatan. Seperti halnya menari, mereka harus belajar bertahap. Pertama belajar melihat gerak dulu, kemudian belajar mendengar musik. Baru kemudian belajar mengkolaborasikan gerak dan musik," bebernya.

Dan karena sudah terbiasa, kini anak-anak disabilitas yang beranjak remaja ini sudah lebih mudah belajar menari. "Kalau sekarang menari janger, mereka perlu waktu sekitar 2 bulan saja mereka sudah bisa," imbuhnya.

Bahkan kemahiran anak-anak di Yayasan Anak Unik kini sudah tidak bisa diragukan lagi. Sebab anak-anak di Yayasan Anak Unik akan dilibatkan dalam even internasional World Inclusive Dance Association (WIDA) ke 10. Dimana even ini akan diselenggarakan secara offline di Bali pada bulan Agustus 2023 mendatang. Even ini digelar sekaligus memperingati hari disabilitas internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Desember.

"WIDA ini adalah kegiatan tahunan setara olimpiade atau paralimpic. Bedanya, peserta adalah penyandang disabilitas yang memiliki minat pada bidang seni seperti menari, dansa dan bermusik," lanjutnya.

Yayasan Anak Unik sendiri, sudah sejak Tahun 2020 menjadi peserta aktif WIDA. Kala itu, anak-anak membawakan tarian Gopala dan Panyembrahma. "Melalui even ini kita berharap anak-anak dapat semakin percaya diri tampil di depan banyak orang, dan kita ingin menunjukkan bahwa anak-anak ini mampu menembus batas," tandasnya. (ras)
Photo
Photo
Editor : I Dewa Gede Rastana
#kemampuan #percaya diri #menari #Yayasan anak unik #wadahi disabilitas