Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kesal Diminta Tanggung Jawab, Pacar Bunuh Siswi SMA Sedang Hamil

I Komang Gede Doktrinaya • Rabu, 8 Februari 2023 | 20:56 WIB
RUMAH : Korban ditutup selimut. Polisi telah memasang police line di pagar rumah Juniarta. Ist
RUMAH : Korban ditutup selimut. Polisi telah memasang police line di pagar rumah Juniarta. Ist
DENPASAR, BALI EXPRESS - Tindakan keji diduga dilakukan pemuda bernama I Kadek Juniarta, 17, terhadap pacarnya NMDS, 16, di rumahnya Jalan Gunung Batur, Gang Carik III Nomor 5, Pemecutan Denpasar Barat (Denbar), Selasa (7/2). Dia membunuh gadis yang ternyata dalam kondisi hamil tersebut.

Usut punya usut, Juniarta nekat mengakhiri nyawa korban lantaran kesal dimintai pertanggungjawabannya atas kehamilan tersebut. Sesaat setelah insiden itu, pelaku langsung diringkus aparat Polsek Denpasar Barat.

Pantauan Koran Bali Express (Jawa Pos Grup) di tempat kejadian perkara (TKP), tampak rumah dengan pagar seng yang ditinggali pemuda yang disebut asli Karangasem itu sudah dipasangi garis polisi.

Tetangga sekitar juga tengah mengobrol terkait masalah ini di warung sebelah rumah itu. Putu Sudana yang tinggal tepat di depan TKP menuturkan kalau korban yang datang ke rumah pelaku. Diduga untuk mengakui soal kehamilannya dan meminta pertanggungjawaban. Namun tidak terdengar adanya keributan saat insiden berlangsung.

Selain itu, orang tua pelaku juga tidak sedang berada di sana. Lalu, Juniarta terlihat keluar dari rumah mondar-mandir seperti gelisah sekitar pukul 15.00. "Saya duduk depan rumah waktu itu, tapi tidak menanyai kenapa dia mondar-mandir, saya tidak curiga karena dia selama ini dikenal orang baik, cuma kurang bergaul saja di sini," tandasnya, Rabu (8/2).

Sedana tak tahu apakah korban sudah meninggal kala itu atau belum. Apalagi, Juniarta juga tidak mengatakan ke tetangga sedang ada masalah. Selanjutnya pukul 17.00, diduga karena kepanikannya memuncak, pelaku pun pergi ke rumah orang tua korban di Kesiman, Denpasar Timur dan memberitahukan kalau NMDS pingsan.

Kebetulan, kala itu keluarga pelaku pulang dan mendapati korban terlentang tidak sadarkan diri di sebuah ruangan di ujung timur. Sehingga memanggilkan petugas BPBD Kota Denpasar. Tak lama petugas tiba, dan saat dicek, ternyata gadis yang masih duduk di bangku SMA ini telah meninggal dengan ada bekas jeratan di leher.

"Saya tidak tahu pastinya diapakan, informasi yang saya dapat korban dicekek, mungkin pelaku emosinya labil karena ditekan diminta tanggung jawab oleh korban," tambahnya. Mendapati kondisi korban mencurigakan, petugas BPBD Kota Denpasar berkoordinasi dengan Polsek Denpasar Barat untuk mengambil tindakan. Tak berselang lama, polisi pun datang. Selanjutnya, Juniarta tiba di rumah diikuti oleh orang tua korban.

Saat diinterogasi polisi, barulah pemuda ini mengakui mengakhiri nyawa NMDS. Sehingga polisi langsung mengamankannya. Sementara itu, informasi yang dihimpun koran ini dari sumber berbeda, polisi yang mendatangi TKP mendapati korban dalam posisi duduk di pintu, badan menghadap ke timur, kedua kaki telentang, kedua tangan di atas paha, badan bersandar di pintu, kepala menunduk dan rambut terurai menutupi wajah.

"Korban menggunakan baju kemeja corak bulu daun warna putih hitam, celana panjang training warna hitam dan jaket warna hitam," ujar sumber petugas. Adapun pengakuan Juniarta saat diperiksa polisi, bahwa dirinya telah menghilangkan nyawa pacarnya itu. Saat NMDS hendak pulang, dia menjerat lehernya dari belakang di halaman kamar tamu dengan menggunakan selendang.

Alhasil korban berontak dan selendang terlepas. Tapi Juniarta langsung mencekik leher korban lagi dari arah depan sampai korban pingsan. Berikutnya, pemuda kejam ini kembali mengambil selendang dan menjerat korban lagi sampai meninggal. Juniarta mengaku sengaja mengakhiri nyawa kekasihnya karena kesal gadis itu cerewet memaksa dinikahi lantaran hamil. NMDS yang sudah tak bernyawa selanjutnya dipindahkan ke kamar sebelah (gudang) dan disandarkan di pintu.

"Pelaku mengakui melakukan hal tersebut karena khawatir peristiwa ini diketahui keluarganya," bebernya. Setelah itu pelaku pergi menuju Monang-Maning untuk membantu ibunya berjualan. Tak berselang lama pelaku dihubungi oleh kakaknya menyampaikan ada orang pingsan. Sehingga Juniarta pulang ke rumah dan akhirnya mengaku.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Pacar Bunuh Siswi SMA Sedang Hamil #polsek denpasar barat #Kesal Diminta Tanggung Jawab