Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Suka Cita Alih Warsa Imlek, 11 Seniman Gelar Pameran Sabdawarsa

I Dewa Gede Rastana • Senin, 20 Februari 2023 | 16:52 WIB
SABDAWARSA : Salah satu karya yang dipamerkan di pameran Sabdawarsa. (ISTIMEWA)
SABDAWARSA : Salah satu karya yang dipamerkan di pameran Sabdawarsa. (ISTIMEWA)
BADUNG, BALI EXPRESS - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bekerja sama dengan Klub Seni Bali menggelar pameran seni rupa bertajuk “Sabdawarsa” yang digelar mulai Jumat (17/2) hingga 4 Maret 2023, di Jimbaran Hub, Badung.

 

Pameran ini menyajikan 16 karya rupa 11 seniman yakni Djaja Tjandra Kirana, I Gusti Nyoman Widnyana (Gung Man), Ipphing, Made Duatmika, Made Kaek, Made Wiradana, Romi Sukadana, V. Dedy Reru, Wayan Redika, Wayan Sujana Suklu, dan Wayan Trisnayana.

 

Pameran “Sabdawarsa” masih terangkai dengan pergantian tahun dalam kalender China biasanya ditandai dengan perayaan sebagai rasa syukur dan doa pengharapan untuk keberuntungan, kebahagiaan, serta kelimpahan.

 

Suka cita alih warsa Imlek kali ini digelar secara istimewa di Denpasar yang membangkitkan kembali tradisi lama warga Tioghoa yang dibatasi pada masa Orde Baru.

 

Perayaan bertajuk Festival Imlek Bersama 2023 digelar meriah oleh INTI Bali bersama Pemkot Denpasar yang dipusatkan di kawasan Titik Nol Denpasar yakni seputar Patung Catur Muka, Lapangan Puputan Badung, hingga Jalan Gajahmada, 28-29 Januari lalu.

 

“Dari sanalah pameran ini digagas sebagai bagian dari tutur budaya tentang kemuliaan pergantian tahun Imlek 2023,” kata Ketua INTI Bali Putu Agung Prianta.

 

Pria yang juga pemilik Jimbaran Hub itu menambahkan jika seperti halnya perayaan Imlek lalu memberikan semangat kebersamaan, menggemakan persatuan dalam keragaman, saling menghargai dan menghormati, serta menjunjung rasa setia kawan, gotong royong, empati juga toleransi.

 

Dan menurutnya perayaan Imlek seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya di sepanjang sejarah Pulau Dewata. Kendati sudah sejak lama Tahun Baru Imlek juga menjadi bagian dari tradisi warga Tionghoa di Pulau Dewata yang oleh semeton Bali disebut dengan Galungan China.

 

"Selain tradisi Imlek, budaya warga Tionghoa di Bali –maupun Nusantara– telah berlangsung selama berabad-abad. Hal itu dapat dibuktikan melalui akulturasi budaya yang kita jumpai hingga saat ini, baik dalam peranti rumah tangga, kuliner, arsitektur, maupun di berbagai cabang seni," tandasnya.

 

Sementara itu, Ketua Klub Seni Bali Djaja Tjandra Kirana mengatakan pengalaman berinteraksi lintas budaya di Bali menyiratkan perasaan suka cita, seperti tergambarkan dalam suasana perayaan Imlek tersebut. Selain barongsai sejumlah pertunjukan seni ditampilkan di antaranya barong landung, kemudian reog dari Jawa, kesenian Sunda, whusu, paduan suara 200 santri Nahdlatul Ulama (NU), dan aneka pertunjukan serta sajian kuliner.

 

“Memasuki gerbang Imlek 2574 yang disebut pula sebagai Tahun Kelinci Air, kami berharap seluruh pelaku sebni budaya dan masyarakat Bali membentangkan peluang dan harapan untuk menggapai kesejahteraan dan kemakmuran,” pungkasnya. (ras)
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : I Dewa Gede Rastana
#Alih Warsa Imlek #11 Seniman Gelar Pameran #Sabdawarsa #pameran seni #Suka Cita