Prebekel Desa Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengatakan, lubang tersebut muncul beberapa hari terakhir di salah satu ruas jembatan. Diprediksi lubang tersebut akibat dasar jembatan yang sudah mulai keropos.
“Setelah kami cek dari bawah yang merupakan saluran air subak, dari situ juga kita bisa lihat, ada lubangnya juga. Mungkin juga terkikis air,” ujar pria yang karib dipanggil Gus Surya.
Setelah mengetahui lubang tersebut, pihaknya pun telah memasang garis pembatas. Hal ini dilakukan untuk menghindari kendaraan terperosok ke dalam lubang tersebut. “ Sudah kita pasangi garis pembatas, supaya masyarakat tahu, sehingga saat hari kerja yang biasanya ramai tidak memperparah kondisi lubang,” ucapnya.
Pihaknya juga mengimbau agar kendaraan yang berukuran besar, seperti truk untuk mencari alternatif lain. Terlebih sudah ada larangan, maksimal berat kendaraan yang boleh melintas 5 ton. “Jalan ini kan separuhnya ditutup, jadi pengguna kendaraan dapat mencari alternatif lain. Kalau dilalui mobil masih bisa, tapi akan menambah kemacetan,” paparnya.
Sementara Kalaksa BPBD Badung I Wayan Darma mengatakan, tim BPBD Badung telah turun melakukan kajian. Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi jembatan tersebut telah terjadi penurunan permukaan. Bahkan ada potensi dapat jebol secara keseluruhan. “Ini dari sebelah selatan sudah jebol, jadi ada penurunan permukaan. Saat ini sudah ada pembatas dan tidak bisa dilalui truk-truk besar, karena ditakutkan jalan terputus,” jelasnya.
Menurutnya, luasan lubang tersebut sekitar dua meter persegi. Karena bersifat urgent pihaknya menilai perlu penanganan segera. Terlebih jika jalan terputus. Jalur utama yang menghubungkan, Darmasaba-Sempidi-Kapal akan tersendat. “Ini sangat penting dilakukan perbaikan segera. Apalagi saat ini cuaca ekstrem, kalau debit air naik, ada kendaraan yang melintas, membahayakan sekali bisa nyemplung atau jembatan jebol,” terangnya.
Untuk penanganan ini, Darma mengaku akan melakukan koordinasi dengan PUPR Badung terkait penanganannya. Pihaknya akan melakukan asesment ulang, untuk melihat perkembangan kondisi jalan. Jika ditemukan kembali terjadi penurunan, ia menegaskan harus dilakukan penanganan segera. “Besok (Senin ini) kami liat kembali kondisinya. Kalau sudah termasuk kebutuhan mendesak, jadi kemungkinan penanganannya menggunakan anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga), atau pos lainnya yang bisa diambilkan,” paparnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya