“Lantas sikap Bapak Wayan Koster menolak Timnas U-20 Israel bertanding di Bali kapasitasnya sebagai siapa, Gubernur Bali atau apa? Jika sebagai Gubernur maka sikapnya harus sejalan dengan pemerintah pusat atau Presiden,” tulisnya di akun Facebook, Rabu (29/03).
“Apakah ia bersurat atas nama rakyat Bali atau atas keinginannya sendiri? Karena rakyat Bali mendukung pagelaran Piala Dunia U-20 DI Bali,” imbuhnya.
Bahkan setelah menyimak sikap Presiden Joko Widodo soal hiruk pikuk penolakan Timnas Israel di Piala Dunia U-20, maka Gde Suardana dapat menyimpulkan bahwa surat penolakan Gubernur Koster terhadap Timnas U-20 Israel bertanding di Bali adalah sikap pribadi bukan atas nama rakyat Bali.
Bahkan setelah FIFA memutuskan untuk membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, menurut Suardana menjadi pelajaran penting bahwa integritas pemimpin yang sangat mumpuni dibutuhkan untuk membangun Bali.
“Sikap awal membuat agreement bahwa Bali siap menjadi salah satu tuan rumah, kemudian tiba-tiba menolak adalah sikap tidak berintegritas. Pemikiran, perkataan dan perbuatannya tidak lagi sama. Dengan sangat hormat kali ini sangat kecewa dengan Gubernur Bali Wayan Koster,” pungkasnya.
Editor : Nyoman Suarna