Sopir Program Makan Bergizi Gratis di Depok Ditangkap, Diduga Jadi Kurir Sabu

BALIEXPRESS.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Depok tercoreng setelah seorang sopir berinisial A ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir penyalur makanan bergizi itu diduga nyambi menjadi kurir sabu di wilayah Depok dan sekitarnya.
Penangkapan sopir MBG tersebut merupakan hasil pengembangan kasus narkotika yang sebelumnya diungkap jajaran Polsek Tajurhalang di kawasan Citayam, Kabupaten Bogor.
Kasus Terungkap dari Penangkapan Penjual Pecel Lele
Dikutip dari Radar Depok (Jawa Pos Group), kasus ini bermula saat tim Opsnal Polsek Tajurhalang mencurigai adanya transaksi narkoba di wilayah Citayam.
Polisi kemudian mengamankan seorang pria berinisial D yang sehari-hari berjualan pecel lele. D ditangkap tanpa perlawanan di sebuah kebun kosong pada dini hari.
Dari hasil pemeriksaan terhadap D, polisi mendapatkan informasi yang mengarah kepada A, sopir Program Makan Bergizi Gratis di Depok.
Sopir MBG Ditangkap di Pancoranmas Depok
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi membenarkan penangkapan terhadap A yang dilakukan di kawasan Mampang, Pancoranmas, Kota Depok.
“Iya betul, kami menangkap sopir MBG berinisial A di kawasan Mampang, Pancoranmas. Yang bersangkutan diduga nyambi jadi kurir narkoba jenis sabu dan juga pemakai,” ujar AKP Made Budi, Rabu (13/5).
Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu siap edar dengan berat bruto 1,03 gram.
“Dari hasil penggeledahan ditemukan satu paket sabu siap edar dengan berat bruto 1,03 gram,” ungkapnya.



