Prosesi yang dimulai sekitar pukul 14.00 itu diawali dari Pura Ulun Danu Batur. Pralingga Ida Bhatara diusung berjalan menyusuri jalan utama Batur ke arah selatan tak lebih dari 1 kilometer. Kemudian kembali ke arah utara sampai di perbatasan Desa Batur dengan Desa Kintamani. Selanjutnya balik lagi ke pura. Setelah Pepada Agung, dilanjutkan dengan puncak karya.
Pangemong Pura Ulun Danu Batur Jero Gede Batur Duuran menegaskan, Pepada Agung di jaba pura ini merupakan yang kedua kalinya setelah dilanda Covid-19. Katanya, pamedek yang mengikuti prosesi tidak hanya krama Batur maupun desa-desa batun sendi Ida Bhatara di Pura Batur.
Tak sedikit juga pamedek dari desa lain, bahkan di luar Bangli. Sehingga terasa lebih ramai dan meriah dibandingkan tahun lalu. “Pamedek yang mengikuti prosesi ini atas inisiatif mereka,” tegasnya.
Terkait Ngusaba Kadasa tahun ini, Jro Gede Batur Duuran menyebutkan bahwa Ida Bhatara nyejer selama beberapa hari. Sesuai dudonan, karya akan masineb pada Senin (17/5) mendatang. Pihaknya berharap melalui pelaksanaan karya ini, Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu memberikan kerahayuan dan kesejahteraan bagi umat manusia. (wan)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya