Perpustakaan yang berada dalam kawasan RTH Bung Karno ini dikonsep secara digital dan konvensional, dilengkapi 130 buku dan 22 e-book yang bisa dibaca.
Perpustakaan itu dirancang dalam sebuah museum sejarah Soekarno dan Ida Ayu Nyoman Rai Srimben.
Kepala DAPD Buleleng Made Era Oktarini menjelaskan, perpustakaan ini sebagai wadah menyalurkan informasi dengan cepat, tepat dan global serta dapat diketahui masyarakat luas tentang sejarah dari Bung Karno. Selain itu, setiap foto yang terpanjang cantik di dinding perpustakaan juga sudah terpasang barcode.
“Pengunjung hanya perlu scan barcode saja pada fotonya dan kemudian bisa membaca langsung sejarahnya disana. Namun untuk pengunjung yang kurang memahami digitalisasi, bisa membaca langsung lewat buku konvensionalnya,” ungkapnya, Minggu (4/5).
Perpustakaan ini telah dirancang sejak 2022. Selain mencari referensi mengenai sejarah Bung Karno lewat buku, DAPD Buleleng juga berkoordinasi ke Bale Agung Buleleng. Banjar Bale Agung merupakan lokasi tempat tinggal ibunda Soekarno saat muda.
Kendati terbilang berhasil mengaktivasi ruang museum, DAPD Buleleng masih terkendala kapasitas server. “Perpustakaan berbasis e-book ini memerlukan server yang kuat dan kami belum bisa memaksimalkan, secepatnya akan dikoordinasikan dengan Dinas Kominfosanti agar bisa bersinergi dalam pengembangan terutama pada servernya,” imbuhnya.
Bagi peminat baca yang tempat tinggalnya jauh dari lokasi RTH Bung Karno, DPAD juga sudah menyiapkan aplikasi digital. Pembaca cukup mengakses dari rumah melalui situs slim.bulelengkab.go.id. “Jadi, pengunjung bisa akses dari rumah dan menggali informasi melalui smartphone atau komputer,” ungkap Made Era.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya