TABANAN, BALI EXPRESS - Pada Minggu sore (18/6) media sosial dihebohkan dengan sepasang muda-mudi duduk santai di bagian atas panggung terbuka Garuda Wisnu Serasi (GWS), Tabanan. Beberapa akun medsos bahkan membuat meme dari aktivitas pasangan ini yang asyik bercengkrama. Mereka tidak mengindahkan meski sudah diperingatkan untuk turun oleh pengunjung lain.
Ulah kedua muda-mudi ini langsung mendapat respon dari Pemkab Tabanan, yang langsung melakukan tindak lanjut dan mencari identitas dari pelaku. Pemkab Tabanan menggelar rapat pada Senin (19/6) yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tabanan I Made Agus Artha Wiguna bersama jajaran dari Inspektur Kabupaten Tabanan, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tabanan serta Kepala Bagian Prokopim.
Berdasarkan hasil rapat akan dilakukan penyelesaian secara internal karena kejadian ini dianggap sudah melanggar ketertiban umum. “Untuk pelakunya, kami masih melakukan pelacakan dan nanti jika ketemu akan dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban,” jelasnya.
Selain itu, untuk selanjutnya Agus menyebutkan pihaknya akan melakukan upaya antisipasi dan pencegahan. Salah satunya adalah dengan memasang tanda atau rambu-rambu larangan, dan akan berkoordinasi dengan Bendesa Adat Kota Tabanan dalam hal pengawasan.
Terkait video viral yang beredar di sosmed yang pertama kali diunggah oleh Tabanan Update ini, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam rilis yang diterima media mengatakan akan menindak tegas pelaku karena dianggap telah mencoreng serta melanggar ketertiban umum di salah satu fasilitas umum yang menjadi menjadi kebanggaan warga Tabanan. “Garuda Wisnu Serasi merupakan tempat umum yang biasa digunakan warga untuk rekreasi dan melakukan kegiatan-kegiatan, baik kegiatan oleh pemerintah maupun masyarakat. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat bisa menjaga keamanan, ketertiban serta kenyamanannya, bukan sebaliknya,” terangnya.
Ditambahkan, kasus ini akan segera ditindaklanjuti sebagai salah satu upaya untuk memberikan efek jera serta tidak terulang lagi di kemudian hari. Di sisi lain Sanjaya juga tidak menampik bahwa pengamanan terhadap fasilitas umum belum bisa dilakukan secara maksimal dan tentunya kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk semua pihak agar ke depan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap berbagai fasilitas umum yang ada.
“Kami tidak menampik bahwa fasilitas umum yang kami miliki belum memiliki pengamanan secara maksimal seperti rambu-rambu larangan, kamera CCTV juga belum maksimal. Kejadian ini sebagai pembelajaran semoga ke depan seluruh pihak terkait agar lebih maksimal melakukan pengawasan dan pengamanan,” tambahnya.