Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kehilangan Sosok Panutan, Rai Budiasa Sebut CBS Patut Dapat Apresiasi Tinggi dari Partai Golkar

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 28 Juni 2023 | 01:44 WIB
Tokoh Golkar sekaligus staf ahli Bupati Gianyar, Dewa Ngakan Rai Budiasa.
Tokoh Golkar sekaligus staf ahli Bupati Gianyar, Dewa Ngakan Rai Budiasa.

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kabar berpulangnya mantan Bupati Gianyar periode 1993-2003, Tjokorda Gde Budi Suryawan atau yang kerap disapa CBS dengan cepat terdengar di telinga para kerabat dan sahabatnya.

Kepergian CBS yang bisa dikatakan mendadak ini pun meninggalkan duka dihati salah satu tokoh Partai Golkar asal Melinggih, Payangan sekaligus tim ahli Bupati Gianyar, Dewa Ngakan Rai Budiasa.  “Kami sekeluarga turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya senior, sahabat dan panutan kami,” ungkapnya Selasa (27/6).

Menurutnya CBS, patut mendapatkan penghargaan yang setinggi-tingginya dari Partai Golkar, karena beliau memiliki jasa yang sangat besar terhadap Partai, baik saat masih bernama Golkar maupun saat reformasi nenjadi Partai Golkar. “Dimasa beliau itulah, di saat Golkar Bali terpuruk, bersama jajaran Loyalis lainnya mampu melahirkan 3 Bupati yakni Gianyar, Badung, Karangasem. Dan saya adalah saksi sejarahnya,” imbuhnya.

Disamping itu, selama masa kepemimpinannya di Gianyar, menurutnya masyarakat menganggap jika CBS sangat berhasil dalam pembangunan infrastruktur di Gianyar. Selain menggagas pembangunan Stadion I Wayan Dipta, Balai Budaya Gianyar, Jalan Bypass Dharma Giri, CBS juga membuka jalan-jalan di pedesaan serta membangun sekolah-sekolah impress yang hingga saat ini masih belum banyak yang diperbaharui. “Apa yang dibangun pada jaman itu masih berbekas sampai sekarang, salah satunya Stadion Dipta, ada jembatan juga di Pengosekan,” lanjut Budiasa.

Keberhasilannya dalam membangun infrastruktur itu pula lah yang membuat CBS amat dicintai masyarakat Gianyar hingga mendapatkan banyak dukungan untuk maju menjadi calon Gubernur Bali setelah masa kepemimpinannya di Gianyar habis. Politisi yang juga anggota DPRD Provinsi Bali selama 2 periode (2004-2009) itu akhirnya menjadi calon Gubernur Bali pada tahun 2008 silam berpasangan dengan Nyoman Gde Suweta dan harus berhadapan dengan I Made Mangku Pastika.

“Maka sesuai intruksi pimpinan Partai Golkar, Akbar Tanjung, beliau berhasil menduduki Ketua Golkar Bali lalu dicalonkan menjadi Gubernur Bali. Dan saat itu memang elektabilitas beliau sangat tinggi,” lanjutnya.

Sayangnya kemenangan tak bisa diraih oleh CBS kala itu. Namun CBS tetap aktif berpolitik sampai akhirnya masa jabatannya sebagai Ketua DPD I Golkar Bali berakhir di tahun 2010. Sepeninggal CBS, Budiasa menilai jika Golkar tak solid lagi. “Sepeninggal beliau, Golkar tidak solid menyeluruh di Bali, dari yang berhasil meraih 3 kursi Bupati di Bali turun jadi 2 kursi, lalu 1 kursi dan sekarang tidak ada sama sekali,” bebernya.

Maka dari itu, kader-kader Partai Golkar yang baru perlu tahu dan meneladani semangat dari CBS yang sangat berjasa membesarkan Partai Golkar. “Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kader Golkar perlu meneladani semangat beliau, disaat Golkar terpuruk beliau tetap berani melangkah dan berhasil membawa Golkar Gianyar dan Bali hingga sebesar saat ini,” tukasnya.

Budiasa mengatakan jika CBS berani mengorbankan segala-galanya, untuk Partai Golkar yang begitu ia cintai. “Dan secara pribadi beliau juga yang sangat berjasa untuk saya, yang memotivasi saya untuk pulang ke Bali, untuk kembali ke Desa dan lebih mendalami Dresta Bali. Jadi saya pribadi juga mohon maaf atas kekurangan saya mendampingi beliau sebagai Wakilnya di DPD Golkar Bali ( Ketua OKK 2 periode) serta mendoakan semoga beliau mendapatkan tempat terhormat disisi-Nya,” pungkas Budiasa. (*)

 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#sosok panutan #gianyar #rai budiasa #Tjokorda budi Suryawan #Mantan bupati gianyar #berpulang #partai golkar #cbs