Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dikenal Selalu Ceria, Berikut Fakta-fakta Tut Herky Saat Berkunjung ke Jakarta

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 5 Juli 2023 | 18:16 WIB
KENANGAN : Tut Herky saat berfoto di depan Monas ketika berkunjung ke Jakarta beberapa waktu lalu.
KENANGAN : Tut Herky saat berfoto di depan Monas ketika berkunjung ke Jakarta beberapa waktu lalu.

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kepergian Tut Herky yang viral di media sosial dengan jargon ‘Sing Demen Ruet’ dan ‘Salam Nunceb’ untuk selama-lamanya membuat netizen Bali berduka.

Sosoknya yang lucu dan selalu menghibur netizen dengan tingkah dan ucapan kocaknya kini sudah tidak ada lagi. Pemuda asal Banjar Silungan, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Gianyar itu juga aktif menari bondres. Hal itu lah yang membuat anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Parta melirik dirinya dan memberi perhatian khusus kepada Tut Herky. Yang hingga akhir hayatnya, hubungan keduanya sangat dekat.

Bahkan beberapa waktu lalu, Tut Herky diajak jalan-jalan ke Jakarta oleh Parta beserta timnya. Dari dokumentasi yang diunggah Parta, Tut Herky begitu senang bisa naik pesawat dan jalan-jalan ke Monas hingga gedung DPR/MPR.

Menurut salah seorang tim Teman Parta, Ngakan Made Putra,  pemilik nama lengkap Ketut Budiana, 22, tersebut merupakan anak berkebutuhan khusus yang menarik simpati I Nyoman Parta. Rasa simpati itu yang kemudian membuat Parta menaruh perhatian lebih kepada Tut Herky. “Biar tidak ada yang menyalah artikan kalau Pak Man (Parta) memanfaatkan Tut Herky untuk hal tertentu. Karena sejak awal Pak Man terus mensupport Tut Herky dan keluarganya, termasuk kemarin mempersiapkan BPJS, beberapa bagian rumah Tut Herky sempat diperbaiki dan juga membantu kakak Tut Herky, dan memfasilitasi Tut Herky untuk mengembangkan bakatnya menari sambil melawak,” ungkapnya.

Kebaikan Parta kepada Tut Herky dan keluarganya itu pun sangat berarti bagi Tut Herky. Sebab menurutnya Tut Herky adalah seseorang yang selalu ingat akan kebaikan orang-orang disekitarnya. Karena ia selalu diperlakukan spesial oleh Parta, maka Tut Herky pun memperlakukan Parta secara baik. “Jadi ingatan dia sangat tajam, dia akan selalu ingat orang-orang yang sudah memperlakukan dengan baik,” lanjutnya.

Ngakan Putra pun mengaku sangat terkejut atas kepergian Tut Herky, sebab ia ikut menemani Tut Herky saat ke Jakarta beberapa waktu lalu. Ia menuturkan jika Tut Herky sangat antusias saat berangkat ke Jakarta dan sepanjang perjalanan ia terus menunjukkan rasa bahagiannya. “ Ekspresinya dia sangat senang karena itu pertama kalinya dia naik pesawat dan berkunjung ke luar Bali. Selain itu memang anaknya selalu ceria, tidak pernah murung. Keceriaan inilah yang membuat orang-orang disekitarnya ikut ceria. Sepanjang perjalanan ada saja hal yang ia katakan dan mengundang gelak tawa,” bebernya.

Kala itu, sekitar pukul 05.00 WITA, Tut Herky yang dijemput oleh tim Teman Parta sudah ada di Bandara Ngurah Rai. Dan sesampainya di Jakarta, Tut Herky pun diajak menginap di rumah jabatan Nyoman Parta. “Sampai disana belum buka sepatu, belum taruh tas sudah lari cari Pak Man bilang ‘Pak Man, pak Man, Tut be di Jakarta’. Waktu itu dia senang sekali dan selalu ingat berterima kasih kepada Pak Man,” sebutnya.

 Kemudian di Jakarta, Tut Herky diajak berjalan-jalan ke Monas, Senayan dan tempat lainnya. Hal unik dan langka yang terjadi adalah Tut Herky diijinkan masuk ke areal gedung DPR/MPR padahal menggunakan celana pendek. Sedangkan biasanya orang yang masuk ke areal itu harus menggunakan pakaian formal. “Bagi saya ini punya kesan tersendiri, mungkin dia satu-satunya orang yang bisa masuk pakai celana pendek. Mungkin teman bisa nego dengan security disana jadi diijinkan untuk mengambil foto. Dan fotonya itu yang dishare oleh Pak Man,” tutur Ngakan Putra.

Disamping itu, Tut Herky juga dilirik oleh anggota DPR RI yang ketika itu ada di rumah jabatan Nyoman Parta. Ia hendak diajak ke Lampung untuk menari bondres menghibur umat Hindu yang ada di Lampung. “Kebetulan di RJ ada beberapa anggota dewan dari luar daerah, ada dari Lampung. Sempat ketemu dengan Tut Herky mau diajak ke Lampung karena tahu Tut Herky suka menari. Lalu tadi pagi anggota dewan itu telepon kalau sedang ada di Bali dan mau ketemu Tut Herky, tapi bagaimana Tut Herky sudah tidak ada,” tandasnya.

Momen berkesan itu pun menjadi kenangan terakhir bagi Parta dan timnya bersama Tut Herky. Menurut sumber di lapangan, Tut Herky masuk rumah sakit dengan keluhan demam dan sesak nafas, sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RS Ari Canti Mas, Ubud, pada Rabu pagi (5/7).  (*)

 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#tut herky #tut herki #gianyar #Nyoman Parta #meninggal dunia