Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Bali; Syarat Menari Barong Brutuk di Trunyan, Penari Belum Pernah Bersetubuh dengan Wanita

I Putu Mardika • Jumat, 14 Juli 2023 | 14:45 WIB
Salah satu teruna saat menarikan Barong Brutuk di Terunyan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali.
Salah satu teruna saat menarikan Barong Brutuk di Terunyan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali.

BALI EXPRESS - Pementasan Barong Brutuk saat Upacara Ngusaba Gede Kapat Lanang di Desa Trunyan, Kintamani, Bangli, Bali, menjadi sebuah keharusan. Rupanya, ada beragam pantangan yang mesti dilakukan oleh para penari mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan. Pantangan inipun wajib dipatuhi untuk melaksanakan salah satu tradisi Bali yang unik ini.

Barong Brutuk merupakan tarian sakral yang melambangkan turunnya dewa-dewa Desa Terunyan dalam rangka memberikan anugerah kesuburan dan kerahayuan bagi seluruh masyarakatnya.

Masyarakat Desa Terunyan meyakini jika Dewa tertinggi sdalah Bhatara Ratu Sakti Pancering Jagat beserta permaisurinya, yaitu Ratu Ayu Pingit Dalem Dasar. Pementasan Barong Brutuk ini sebagai simbol penghormatan kepada Bhatara Ratu Sakti Pancering Jagat beserta permaisurinya.

Wakil Bendesa Adat Trunyan, Jero Mangku Permana mengatakan pementasan Barong Brutuk dipentaskan oleh tidak sembarangan orang. Sebab banyak pantangan yang harus dipatuhi sebelum nyolahang tarian sakral ini.

Syarat pertama yang harus dipatuhi bahwa para teruna atau pemuda-pemuda yang nanti menarikan ini statusnya belum menikah. Jika belum menikah, maka mereka bisa menjadi salah satu calon penari Barong Brutuk.

Namun, para penari harus mengikuti proses mekemit terlebih dahulu. Rentang waktu pelaksanaan Makemit ini tergantung kesepakatan para Teruna, dengan rentang waktu maksimal selama 42 hari dan minimal 30 hari (satu bulan).

Adapun peserta dari kegiatan Makemit ini adalah seluruh Teruna di Desa Terunyan. Meskipun tidak semua Teruna akan nyolahang Barong Brutuk, namun tetap saja seluruh Teruna ini diwajibkan terlibat dalam setiap rangkaian pelaksanaannya, mulai dari persiapan hingga akhir.

“Karena sejak awal persiapan prosesi ini dipandang sudah sangat sakral, maka Teruna yang nantinya tidak mendapatkan tugas nyolahang Barong Brutuk sekalipun harus ikut Makemit sebagai bagian dari proses penyucian dirinya,” katanya.

Barong Brutuk secara total berjumlah 21 yang melambangkan para dewa masyarakat Trunyan. Karena tarian tersebut melambangkan figur dewa yang sangat dihormati dan disakralkan masyarakat setempat, maka penarinya adalah para teruna yang masih suci dan wajib menjalani proses penyucian lebih lanjut melalui tahapan Makemit.

Para Teruna yang dipilih biasanya berada dalam rentang usia 18 – 27 tahun yang memang belum menikah. Rentangan usia tersebut dipilih karena kebanyakan laki-laki di Desa Terunyan telah menikah pada rata-rata usia 25 sampai 27 tahun dan jarang ada yang menikah melewati batas tersebut, apalagi menjadi Teruna tua.

Para Teruna yang dipilih untuk nyolahang Barong Brutuk haruslah diprioritaskan yang tertua atau yang paling sulung di keluarganya. Dengan kata lain, jika ada dalam sebuah keluarga memiliki lebih dari satu orang anak laki-laki, maka yang diperbolehkan untuk menarikan Barong Brutuk adalah anak laki-laki yang paling tua.

“Terkecuali apabila anak laki-laki yang tertua tersebut telah menikah, barulah haknya jatuh kepada anak laki-laki nomor dua, dan begitu pula seterusnya, sesuai dengan Kuna Dresta yang berlaku di Desa Terunyan,” sebutnya.

Truna yang terpilih juga diminta jujur apakah sudah pernah melakukan hubungan seksual atau belum. Apabila belum, maka akan diijinkan untuk tetap menjadi penari Barong Brutuk dan mengikuti segala prosesinya. Namun apabila sudah, maka dituntut kerelaannya untuk mengundurkan diri dan tidak diperbolehkan lagi untuk menarikannya.

Bila ada yang berbohong dengan menyatakan dirinya belum pernah melakukan hubungan seksual pranikah, namun pada kenyataannya sudah pernah melakukannya, maka pada saat mengenakan kostum dan tapel suci Bhatara Brutuk tersebut Teruna yang bersangkutan akan merasakan sangat panas dan tidak tahan sehingga membuka kostumnya kembali, atau ada pula yang merasakan lemas, tidak bertenaga sehingga terjatuh dan tidak mampu menari.

Para Teruna mengawali kegiatan Makemit ini dengan pembuatan bangunan tarup atau dalam bahasa Bali disebut bangsal. Bangsal ini disebut bangsal pakemit yang didirikan di areal Penaleman Jeroan yang merupakan areal tersuci dari Pura Bali Desa Pancering Jagat Bali.

Bangsal pakemit tersebut dibuat dengan rangka bambu yang nantinya diberi dinding dari anyaman bambu dan daun kelapa yang dalam bahasa Bali disebut kelangsah.

Kegiatan ini dilaksanakan minimal 30 hari atau maksimal 42 hari sebelum menarikan Barong Brutuk yang jatuh tiga hari setelah hari Purnama Kapat. Selama kegiatan Makemit berlangsung, para Teruna tidak diperbolehkan meninggalkan areal pura, kecuali untuk mandi yang harus dilakukan secara bersama-sama di tepi Danau Batur. Secara umum, tujuan dari Makemit adalah menjadikan diri para Teruna tersebut suci lahir batin sehingga mampu menjadi niyasa.

Bentuk pengabdian yang dilakukan antara lain ngayah mareresik (membersihkan areal pura) secara rutin. Termasuk menyiapkan berbagai sarana keperluan pementasan Barong Brutuk, dan melaksanakan berbagai persembahyangan rutin dan beberapa ritual yang dilangsungkan selama masa Makemit.

Teruna wajib menyiapkan sendiri segala macam kebutuhan makannya, dalam artian memasak sendiri. Mereka hanya boleh mengolah bahan makanan yang disediakan para tokoh adat dan agama setempat.

“Tidak diperbolehkan membawa makanan sendiri-sendiri dari luar pura, dan juga melakukan pembunuhan, misalnya memotong ayam atau binatang lain sendiri untuk dijadikan makanan. Mereka hanya bisa mengolah makanan yang ada dan telah disiapkan,” sebutnya.

KENYAMANAN JADI PRIORITAS: Semua Tipe Kamar di Roomates Canggu Sangatlah Nyaman, Tersedia Double atau Twin Room ada pula Bunk Bed yang Lebih Ekonomis. (Roomates Canggu)
KENYAMANAN JADI PRIORITAS: Semua Tipe Kamar di Roomates Canggu Sangatlah Nyaman, Tersedia Double atau Twin Room ada pula Bunk Bed yang Lebih Ekonomis. (Roomates Canggu)
Editor : I Putu Suyatra
#bali #barong brutuk #Kintamani #bangli #tradisi #purnama kapat