BALI EXPRESS - Usai mendapat jawaban atas kebimbangannya untuk memeluk agama Hindu, Afiski Arif Ridwan semakin yakin jika leluhurnya merestui untuk kembali bangkit memeluk Hindu.
“Saya yakin ini bagian dari perjalanan ke leluhur. Astungkara keluarga juga menyetujui. Orang tua awalnya mengira saya diajak. Padahal memeluk Hindu itu adalah panggilan hati saya,” paparnya dikutip dari kanal Youtube BaliChannel.
Begitu sah menganut Hindu, Afis lantas tancap gas bergabung dalam organisasi kepemudaan yaitu Perhimpunan Pemuda Hindu Dharma (Peradah) DPK Pasuruan. Ia pun getol turun ke pasraman dan menyasar pemuda Hindu di Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, pemuda adalah ujung tombak untuk menjaga keutuhan Hindu. Pihaknya juga bekerja sama dengan PHDI yang bertujuan untuk memotivasi. “Karena perjalanan saya itu tidak mudah. Ini kokohnya saya, dan saya menceritakan untuk memotivasi generasi muda Hindu agar menjadi ujung tombak,” jelasnya.
Terlebih saat ini umat Hindu di Tengger jumlahnya mencapai 19 ribu. Tentu, solidaritas dan toleransi itu harus terus dipupuk. Dirinya berharap agar upaya yang ia lakukan bersama umat Hindu lainnya dengan turun keliling menyapa umat, bisa memberikan manfaat bagi soliditas umat Hindu.
“Sebagai Hindu Tengger tentu saya merasa bangga. Karena Hindu itu luar biasa, dan saya beryukur karena telah diberikan jawaban dan keteguhan hati untuk kembali memeluk keyakinan leluhur saya, meskipun perjalanannya tidak mudah,” tutupnya.
Editor : Nyoman Suarna