DENPASAR, BALI EXPRESS - Canang sari selalu masuk daftar sarana upakara umat Hindu di Bali. Makanya, tidak mengherankan harganya akan meroket menjelang hari raya, seperti Galungan dan Kuningan. Kenapa peran canang sari sangat penting?
Dikutip dari situs STAHN Mpu Kuturan Singaraja, dijelaskan canang sari tidak hanya digunakan saat Galungan atau Kuningan saja. Tapi hamper setiap persembahan yang dibuat oleh umat Hindu di Bali menggunakan sarana tersebut.
Makanya, canang sari juga digunakan saat hari lain seperti purnama, Nyepi atau upacara agama Hindu lainnya.
Sehingga, canang sari dalam ritual yadnya, menjadi perlengkapan yang pokok. Karena canang sari merupakan sesaji yang memiliki unsur yang lengkap seperti daun, bunga, buah serta komponen yang paling sederhana.
Sehingga pembuatannya tidak membutuhkan waktu yang lama.
Sesaji canang sari merupakan sarana yang paling sederhana namun sangat penting. Dalam kitab suci Bhagawadgita IX.26 dinyatakan:
Patram puspam ,Phalam , toyam
Yo me bhaktyaa prayacchati
Tad aham bhakty -upahrtam
As'naami prayataatmanah
Terjemahannya:
Siapapun yang dengan sujud bhakti Kepada -Ku mempersembahakan sehelai daun,sekutum bunga,sebiji buahan, seteguk air, aku terima sebagai wujud bhakti persembahan dari orang yang berhati suci.
Sehingga sesaji canang sari merupakan sarana perlengkapan yadna yang sangat istimewa.
Dianggap istimewa karena canang sari adalah sarana upakara lengkap yang terdiri dari daun, bunga, dan buah.
Walaupun bentuknya yang kecil tidak sebesar sesaji -sesaji lain, namun di balik dari komponen sesaji canang sari memiliki makna dan nilai filosofi yang tinggi.
Karena menjadi sarana upakara yang lengkap, penggunaan canang sari pun menjadi sangat populer bagi umat Hindu di Bali.