KARANGASEM, BALI EXPRESS - Dunia seni, khusunya drama gong di Bali berduka.
Salah satu pemeran Liku di drama gong pada tahun 1980-an Putu Sulastri menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (5/8) pagi di Rumah Sakit Sanjiwani, Gianyar.
Menurut informasi yang dihimpun, anggota dari grup drama gong Bintang Bali Timur itu meninggal karena mengalami sakit komplikasi.
Bahkan sudah sering keluar masuk rumah sakit.
Suami dari Putu Sulastri, I Wayan Suradnya mengungkapkan, awalnya sang istri mengalami penyakit gula, sehingga terus mengkonsumsi obat.
Karena hal itu, membuat ginjal, paru-paru, dan jantungnya menjadi terdampak.
Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, perempuan asal Kelurahan Subagan, Karangasem itu sempat di opname selama 10 hari di Rumah Sakit Sanjiwani.
Namun, sebelum mendapat perawatan disana, ia lebih dulu di rawat di Rumah Sakit Balimed. "Lebih dulu dirawat di (Rumah Sakit) Balimed, kemudian di rujuk ke luar Karangasem. Saya pilih di Sanjiwani," jelasnya.
Bahkan kini, jenazahnya masih di titip di Rumah Sakit Sanjiwani. Rencananya akan di pulangkan ke kediamannya pada 7 Agustus 2023.
"Sekarang masih di titip di rumah sakit. Nanti tanggal 7 (Agustus) saya jemput, kemudian besoknya akan di upacarai," tandasnya.
Tidak ada pesan-pesan yang disampaikannya sebelum meninggal. Bahkan pihak keluarga tidak mendapat firasat apapun.
"Tidak ada pesan yang disampaikan, hanya memikirkan diri sendiri yang sakit," lanjutnya.
Putu Sulastri meninggal di usia 1959 dengan usia 63 tahun. Ia meninggalkan satu suami, dengan dua orang anak dan lima cucu. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana