BALI EXPRESS - Gek Resya Iswarya merupakan salah satu murid dari Sanggar Pradnya Iswarya yang berada di Kabupaten Negara.
Gek Resya, sapaan akrab gadis yang saat ini berusia 10 tahun ini, menjadi salah satu murid disabalitas yang belajar menari di sanggar tersebut.
Meski memiliki kekurangan fisik, Gek Resya memiliki semangat dan jiwa penari yang patut diacungi jempol. Belajar menari sejak usianya 5 tahun, membuatnya telah tampil di berbagai acara nasional maupun acara international.
Salah satunya ia mengisi acara pembukaan di ajang Miss Grand International 2022 lalu.
Menurut Ni Kadek Astini yang merupakan guru tari di Sanggar Pradnya Swari, Gek Resya menjadi salah satu murid yang sangat rajin.
Ia tak pernah absen ketika ada jadwal latihan menari. “Termasuk juga anak-anak disabilitas yang lain. Mereka berkelompok,” ungkap Kadek Astini dalam wawancara di acara Brownis, dikutip Kamis (10/8). “Ketika latihan menari mereka selalu datang tepat waktu,” imbuhnya.
Lebih lanjut Kadek Astini mengatakan, jadwal latihan anak-anak disabilitas ini sebanyak tiga kali dalam seminggu.Latihan dilakukan sore hari Ketika mereka sudah pulang sekolah. “Biasanya mereka latihan menari selama 2 jam sekali latihan,” ujarnya.
Kadek Astini juga mengungkap, meski memiliki keterbatasan fisik, penari-penari disabilitas ini tetap mendapat ruang untuk tampil di berbagai acara.
Hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah setempat yang selalu memberikan kesempatan kepada para murid disabilitasnya. “Kebetulan kami memiliki bupati dan jajarannya yang selalu memberi dukungan kepada anak-anak kami yang berkebutuhan khusus,” ucapnya.
Saat ini Sanggar Tari Pradnya Swari memiliki murid sebanyak 270 orang. Jumlah tersebut belum termasuk murid yang disabilitas.
Editor : Nyoman Suarna