TABANAN, BALI EXPRESS - Layanan kesehatan tradisional (Kestrad) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singasana Tabanan yang pertama kali diperkenalkan pada Maret 2023, sampai saat ini ternyata masih sepi peminat.
Ketika ditemui di Tabanan, Kamis (10/8), Direktur RSUD Singasana, I Wayan Doddy Setiawan mengakui jika ada beberapa alasan, layanan Kestrad di Klinik Singasana Usada Bali (Subali), sampai saat ini masih belum diminati warga.
"Salah satunya mungkin disebabkan karena jenis terapi yang disediakan di Klinik ini belum tertanggung dalam layanan BPJS Kesehatan. Selain itu, juga disebabkan belum banyak masyarakat yang mengetahui mengenai layanan Kestrad ini " jelasnya.
Karena belum menjadi obyek tertanggung BPJS, maka bagi masyarakat yang ingin langsung mendapatkan layanan ini statusnya pasien umum.
Namun jika ingin mendapatkan layanan ini melalui tanggungan BPJS, maka pasien bisa minta rujukan dari poliklinik kejiwaan.
Karena pembiayaan layanan hipnoterapi, menurut Doddy, bisa ditanggung BPJS Kesehatan apabila ada pasien kejiwaan yang berobat ke poliklinik jiwa, lalu disarankan untuk menjalani hipnoterapi.
Meski demikian, hingga saat ini, di klinik Subali baru dikembangkan dua layanan, yaitu hipnoterapi dan konsultasi obat herbal.
Layanan hipnoterapi ini lebih ke penanganan kesehatan seperti gangguan cemas, susah tidur, fobia, masalah kejiwaan, hingga depresi.
Sementara layanan konsultasi herbal lebih ke penyediaan obat tradisional yang sudah terdaftar di Dinas Kesehatan sehingga aman untuk dikonsumsi.
"Untuk layanan hipnoterapi ini kami sudah punya dokter spesialis kejiwaan yang bersertifikat untuk memberikan layanan ini," lanjutnya.
Layanan hipnoterapi di RSUD Singasana juga biasanya diberikan kepada pasien yang hendak menjalani operasi.
"Hipnoterapi dianjurkan untuk pasien yang mengalami kecemasan saat menjalani operasi. Dengan hipnoterapi, pasien akan merasa tenang dan rileks," tambah Doddy.