KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, pemuda dengan bantuan masyarakat Banjar Adat Pangi, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 400 meter.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat yang juga penasehat dan mantan Ketua ST Yowana Putra Sesana, I Nengah Ariya Wijaya ,52, mengatakan pemasangan bendera ini adalah semangat para pemuda, ST Yowana Putra Sesana, Banjar Pangi, Desa Adat Pikat, Kecamatan Dawan yang setiap tahunnya menyambut hari 17 Agustus dengan sangat meriah.
Termasuk memasang bendera dan mengadakan lomba-lomba.
Namun tahun ini para pemuda membuat gebrakan baru dengan memasang bendera sepanjang 400 meter.
“Ini semua adalah semangat serta antusias dari pemuda dan warga untuk menyambut hari kemerdekaan,” ujarnya.
Selain itu semangat pemuda juga dimotivasi dari adanya tugu pahlawan, perjuangan para peteran dari Banjar Pangi pada saat berperang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan.
“Tugu pahlawan juga menjadi pemicu semangat untuk memeriahkan hari kemerdekaan letak tugu tersebut di pertigaan desa adat pikat,” imbuhnya.
Ketua Pemuda I Komang Libiya Okta Parandita menambahkan bahwa pengerjaan pemasangan bendera dimulai dari pagi hari pukul 08.00 wita dengan memasang bambu berbentuk kotak seperti gawang kemudian dilanjutkan pemasangan bendera panjang ukuran 225 meter dengan para pemuda dibantu warga.
“225 meter ini baru setengahnya total panjang bendera 400 meter di pasang sampai pertigaan,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan biaya untuk persiapan menyambut hari kemerdekaan sekitar dana Rp 13 Juta. Selain dari pemuda, dana tersebut termasuk dari sumbangan masyarakat dengan suka rela.
“Selain dana dari pemuda warga juga memberikan sumbangan sukarela,” ungkapnya.
Uniknya bendera tidak dibeli langsung jadi melainkan hanya kain merah dan putih yang di jahit langsung oleh warga Banjar Pangi, Desa Adat Pikat yang mempunyai mesin jarit.
“Kami membeli kain saja untuk mengurangi pengeluaran dana, bendera di jarit langsung oleh warga yang mempunyai usaha pembuat baju yang mempunyai mesin jarit,” pungkasnya.(*)
Editor : I Dewa Gede Rastana