Atas hal tersebut, TPA Temesi pun ditinjau secara langsung oleh Direktorat Sanitasi Ditjen Cipta Karya, bersama Tim Central Project Management Unit (CPMU) dan World Bank. Peninjauan itu juga dilakukan menjelang ground breaking.
Baca Juga: Berikut Daftar Desa yang Juga Akan Dikembangkan dalam Proyek Ulapan
Pada kesempatan itu Bupati Gianyar I Made Mahayastra berharap bantuan penataan sebesar Rp 300 Miliar dapat rampung tahun depan.
"Persiapan Ground Breaking TPA Temesi sebesar Rp 300 Miliar merupakan bantuan dari World Bank ISWMP (Improvement of Solid Waste Management to Support Regional Area and Metropolitan Cities), Kementrian PUPR, Kementrian Dalam Negeri dan Bappenas. Dan astungkara 2024 sudah beroperasi," tegasnya.
Menurutnya program bantuan tersebut sebelumnya harus melewati sejumlah tahapan seleksi yang ketat. Sampai kemudian akhirnya Kabupaten Gianyar berhasil menjadi penerima program ISWMP.
Dimana program tersebut merupakan peningkatan pengelolaan sampah nasional dengan target utama kota metropolitan dan skala regional, yang merupakan program kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan World Bank.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengelolaan persampahan di Kota/Kabupaten yang dilihat dari 5 aspek. Seperti aspek pengaturan, aspek kelembagaan, aspek peran serta masyarakat, aspek keuangan, dan aspek teknis,” bebernya.
Kemudian Tim Central Project Management Unit (CPMU) dan World Bank pun melakukan penilaian. Dimana pihaknya program persampahan yang telah dan akan dikerjakan. Mulai dari pengolahan sampah berbasis sumber dengan mendirikan TPS3R ataupun menyerahkan armada kebersihan ke setiap desa di Kabupaten Gianyar.
Mengenai penanganan sampah perkotaan dan penanganan residu, pihaknya mempersiapkan penataan TPA Temesi menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Temesi. Selain TPST, juga akan dibangun IPAL perkotaan Gianyar serta pembangunan TPST Limbah B3.
Ditambahkannya jika penataan itu juga dijadikan momen bagi pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang menumpuk di TPA Temesi.
“Termasuk juga merubah image TPA Temesi yang jorok, bau dan kotor menjadi TPA Wisata yang layak dikunjungi dan menjadi tempat belajar lingkungan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Mahayastra menjelaskan bahwa dirinya sangat serius menangani permasalahan sampah. Dengan dukungan Gubernur Bali dan bantuan APBN, telah dibangun 41 Tempat Pengolahan Sampah Sementara Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) yang tersebar di 40 desa, kemudian memberikan bantuan Truk Sampah yang sampai saat ini sudah lebih dari 30 truk. Keberadaan TPST Temesi juga nantinya diharapkan tidak hanya mengurangi kuantitas sampah dari sumbernya, tetapi juga memberikan pembelajaran kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah serta penyerapan tenaga kerja.
Uniknya, penataan TPST Temesi akan diisi dengan bangunan untuk sekolah lingkungan, serta jika memungkinkan akan disiapkan restoran dan spot foto untuk melakukan foto prewedding atau foto lainnya.
Maka dari itu, Bupati Mahayastra telah menyiapkan lahan seluas 7 hektar dan telah melaksanakan sosialisasi ke masyarakat setempat. "Dan kami juga sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat. Serta lahan juga sudah siap seluas 7 hektar dimana 4 hektar milik Pemkab Gianyar dan 3 hektar kontrak jangka panjang selama 30 tahun,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar Ni Made Mirnawati mengatakan terkait pengelolaan TPST kedepan rencananya akan dibagi menjadi empat unit pengelolaan, yaitu Unit Komposting bekerjasama dengan YPST Temesi dengan kapasitas pengolahan sampah organik 40 ton/hari, Unit Magot bekerjasama dengan PT. Arta Asia Putra dengan kapasitas pengolahan sampah organik 250 ton/hari, Unit Insenerator bekerjasama dengan PT. Sucofindo (Persero) dengan kapasitas pembakaran residu sampah minimal 100 ton/hari dan unit Pengolahan Limbah B3 dengan kapasitas pembakaran 1 ton/hari.
“Dengan berproduksinya keempat unit pengolahan ini, kira berharap permasalahan sampah di TPA Temesi bisa teratasi,” tegasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana