DENPASAR, BALI EXPRESS - Aksi KAWS rebahan di Plataran Candi Brahma, Plataran Candi Prambanan selain membawa dampak positif pada industri pariwisata di Candi Prambanan ada juga yang berkomentar negatif.
Patung KAWS rencananya akan dipajang hingga tanggal 31 Agustus 2023.
Ternyata ini menimbulkan keluhan dari akun tiktok @ dr.raninjay yang dipost oleh akun akun Instagram @balisantuy pada Sabtu (19/8) dengan captions "Gimana Menurut Kalian?"
Di akun tersebut, tersebut, dr.raninjay mengeluhkan tentang keberadaan patung tersebut. Unggahan dimulai dengan kalimat, KAWS ada di Candi Prambanan.
Kemudian dilanjutkan dengan keluhan Panjang.
“Itu patungnya ada di sebelah tempat ibadahku, sebagai orang Hindu sebenarnya gak apa apa sih kalau ada seni seperti itu. Tapi untuk menjaga kesakralan tempat suci, ya sebaiknya enggak dong,” katanya.
Tapi tambahnya, ya begini lah, walaupun Prambanan sudah resmi dijadikan tempat ibadah umat Hindu, masih ada saja hal seperti ini atas nama seni atau atas nama Pariwisata.
Pas di sebelah candinya.
“Saya yakin di tempat ibadah agama lain, gak akan dikasi yah? Mungkin juga akan dianggap berhala. Tapi di Hindu, gak apa-apa sih. Tapi ya untuk menjaga kesuciannya, sebaiknya juga tidak. Off side sih....” ungkapnya.
Hingga Minggu sore (20/8), postingan tersebut sudah mendapatkan like sebanyak 2.764 like dan 172 komentar.
Dengan beragam tanggapan, mulai dari mendukung pernyataan dari pemilik video tersebut, hingga ada yang menyebutkan tidak masalah dengan keberadaan KAWS di areal Candi Prambanan, toh juga patungnya rebahan di luar Candi.
"Kan bonekanya ga masuk di gerbang area candinya. Itu di luar Candi ya gpp aja sih kecuali di dalem area candi atau di atas candi baru boleh protes kan itu di samping nya ya otomatis be DA lahan," komentar dari akun @alfisushitrash yang mendapat 43 like.
Sedangkan dari akun @riddhibalicoffee menyatakan dukungannya.
"Benar sekali tidak sepatutnya ada boneka/patung aneh warna pink di sebelah bangunan bersejarah dan cagar budaya (candi). Apalagi sudah ditetapkan candi Prambanan sebagai tempat suci untuk beribadah," komennini mendapat 55 like.
Ada juga yang menengahi dengan komen "Gakusah ikut2 agama sebelah yang dikit-dikit tersinggung, Kok pada gitu sih komennya?" tulis akun@faradillasoedibjo dengan 20 like.
Ada juga yang mempertanyakan siapa sesungguhnya pemilik akun dr.ravinjay, seperti yang diunggah akun @manopowilly dengan komentarnya,
"Apa bedanya sama Prambanan Jazz? Malah lebih ramai. Siapa sih ni orang?"
Ada juga yang menyebut, "Ga ngaruh di Bali ada upacara Melasti ada bule berjemur aja kita gak tersinggung justru seneng lihat Bali banyak pengunjung," ungkap akun @gungde26.
Dan ternyata akun dr.ravinjay sebagai pembuat konten juga mengomentari postingan dari Balisantuy ini.
"Ya gpp juga memberi perspektif yang lain. Secara estetika tidak cocok. Gak dilarang juga di Hindu (klo di luar batas sucinya). Kalo konser kan beda dengan boneka raksasa sebelah tempat ibadah. Aneh aja... Dan mungkin tidak banyak yang sepandangan," ungkapnya dalam komen yang diunggahnya pada Sabtu malam lalu.
Hingga berita ini di tulis, komentar di akun Balisantuy masih belum bertambah.
Editor : I Putu Suyatra