Banyak Kios Tutup, Ini Upaya yang Akan Dilakukan Pengelola Alas Kedaton
IGA Kusuma Yoni• Kamis, 24 Agustus 2023 | 02:56 WIB
BANGKIT : Puluhan kios souvernir di Alas Kedaton tutup, pengelola rancang destinasi wisata kekinian, salah satunya adalah membuat coffee shop dan tempat selfie.
TABANAN BALI EXPRESS - Pasca Pandemi Covid-19, aktivitas wisata di DTW Alas Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, mulai bangkit, meskipun saat ini jumlah kunjungan yang datang ke Alas Kedaton masih didominasi oleh wisatawan domestik dan masyarakat lokal.
Adanya perubahan trend dominasi kunjungan ke DTW Alas Kedaton ini, diakui Manajer DTW Alas Kedaton, Wayan Sudarma, membuat pihak pengelola ingin melakukan beberapa perubahan konsep wisata yang ada di Tanah Lot.
"Salah satu rancangan konsep yang sedang kami susun adalah penambahan spot nongkrong di areal wisata Alas Kedaton, karena sejak pandemi kemarin, banyak kios yang tutup karena tidak ada pengunjung yang datang, kami ingin jika memang kios ini tutup, maka kami ingin mengubah konsepnya," jelasnya.
Salah satu konsep yang ingin dikembangkan adalah dengan menambah spot destinasi nongkrong dan destinasi wisata kekinian, salah satunya adalah menyediakan tempat selfie bagi pengunjung.
Hal ini dikatakan Sudarma dilakukan karena disesuaikan dengan jenis wisatawan yang datang. Karena untuk penambahan spot Selfi dan perubahan konsep ini, disesuaikan dengan type pengunjung yang datang.
"Dimana dari jumlah kunjungan yang datang kan masih di dominasi oleh wisatawan domestik, jadi kami berusaha untuk menyediakan akomodasi yang disukai oleh wisatawan domestik, salah satunya adalah tempat ngopi dan spot selfie," lanjutnya.
Meski didominasi oleh kunjungan wisatwan domestik yang jumlahnya per hari bisa mencapai 100-125 orang, namun minat wisatawan asing untuk datang ke DTW Alas Kedaton ini masih ada, meski jumlahnya tidak terlalu banyak hanya berkisar 30-50 orang per hari.
Untuk wisatwan asing ini, sebagian besar adalah wisatawan yang berasal dari negara-negara di Benoa Eropa, seperti Jerman, Belanda, Perancis dan lain sebagainya. Kondisi ini diakui Sudarma karena jenis aktivitas yang disediakan di Alas Kedaton adalah aktivitas berwisata di hutan tropis.
"Biasanya wisatawan asing yang datang adalah wisatawan dari Eropa, mereka datang ke Alas Kedaton karena disini kami menyajikan aktivitas wisata menjelajahi hutan tropis yang menjadi kegemaran wisatawan asal Eropa," tambahnya. (*)