Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Domogi Amor Ing Acintya, Lama Tidak Keluar Kamar, Lansia di Bali Ditemukan Tergantung di Antara Dua Lemari

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 24 Agustus 2023 | 04:06 WIB
Domogi Amor Ing Acintya, Lama Tidak Keluar Kamar, Lansia di Bali Ditemukan Tergantung di Antara Dua Lemari
Domogi Amor Ing Acintya, Lama Tidak Keluar Kamar, Lansia di Bali Ditemukan Tergantung di Antara Dua Lemari

TABANAN, BALI EXPRESS - Seorang lansia, Ketut Karin, 85, asal Banjar Abiantuwung Kelod, Desa Abiantuwung Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan ditemukan tidak bernyawa dalam posisi tergantung dengan selendang diantara dua lemari yang ada di kamarnya Rabu siang (23/8).

Kapolsek Kediri, Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti, Rabu menjelaskan Nenek Karin ditemukan sudah dalam keadaan tergantung di kamarnya pada Rabu siang sekitar pukul 12.30 Wita, selanjutnya kejadian dilaporkan ke Polsek Kediri. 

"Begitu menerima laporan dari Babinsa yang bertugas, kami dari Polsek Kediri langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan terhadap laporan kejadian bunuh diri di Banjar Abiantuwung Kelod ini," jelasnya Rabu (23/8).

Dari keterangan saksi, yang tidak lain adalah menantu dan anak korban, diketahui korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan menggunakan selendang yang diikatkan pada tongkat yang diletakkan di antara dua lemari di kamar korban, karena korban merasa lelah dengan penyakit yang dideritanya sejak lama.

Adapun kronologi ditemukannya jenazah Nenek Karin, bermula dari kecurigaan dari Wayan Jarni, 59, karena korban sudah tidak keluar kamar dalam waktu lama.

Ketika ditengok ke kamar, Nenek Karin tidak ada di dalam kamar ternyata kamar korban kosong, sehingga pencarian dilanjutkan ke halaman sampai ke sekitar rumah. 

Namun tetap saja korban tidak ditemukan, hingga akhirnya saksi Jarni disebutkan Kapolsek Sri Subakti, memeriksa kamar korban dengan lebih teliti lagi.

Ketika memeriksa kamar ini, saksi menemukan ember bekas cat yang sering digunakan korban untuk mencuci baju tergeletak begitu saja. 

"Karena penasaran dengan keberadaan ember tersebut, saksi memeriksa celah lemari tempat ember tersebut tergeletak, saksi menemukan korban sudah tidak bernyawa dalam keadaan tergantung selendang, diantara dua lemari yang memiliki tinggi 1,7 meter," ungkapnya.

Melihat kondisi korban yang sudah tidak bernyawa, saksi berteriak memanggil suaminya dan menelpon anaknya.

Selanjutnya jenazah korban diturunkan dibaringkan di tempat tidur korban.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter di Puskesmas Kediri 1, korban dinyatakan meninggal karena gantung diri dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik.

Pihak keluarga dikatakan Sri Subakti sudah menerima kematian Korban dengan ikhlas dan menyatakan tidak perlu dilakukan otopsi.

"Jenazah korban disemayamkan di rumah duka, korban tidak diotopsi karena keluarga sudah ikhlas dengan kematian korban," tambahnya.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #bunuh diri #tabanan