BALI EXPRESS - Nampaknya demam Tugus dan Tugek di jagat maya Bali belum selesai. Kini muncul postingan baru dengan nama Kwangen Nak Jaba.
Kwangen bagi umat Hindu di Bali adalah salah satu sarana persembahyangan. Sedangkan Nak Jaba adalah kebalikan dari Tugek dan Tugus.
Di Bali, Nak Jaba berasal dari kata Nak dan Jaba. Nak berarti anak atau orang. Sedangkan Jaba berarti di luar wilayah griya, puri atau jero. Makanya, Kwangen Nak Jaba, artinya sarana persembahyangan orang di luar griya, puri atau jero.
Postingan parody ini diunggah media sosial Instagram @balilucu_. Dalam postingan itu menunjukkan parodi dekorasi kwangen digunakan sembahyang oleh empat pemuda yang menempatkan dirinya sebagai nak jaba.
Disebut dikorasi karena ukurannya tidak normal. Sebab pada umumnya, kwangen yang untuk sembahyang hanya berukuran kecil.
Kwangen sendiri memiliki beberapa unsur, seperti daun pisang, bunga warna warni, janur hingga uang kepeng.
Secara Hindu, dalam pemujaan atau persembahyangan kwangen digunakan pada sembah ketiga, sembah yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang distanakan di tempat sembahyang tersebut.
Foto yang berisikan tulisan Kwangen Nak Jaba itu pun langsung mendapat rekasi wargent.
“Sang Suratma mulai mengikuti anda,” tulis @yudadedt221.
“Bhetara Hyang Guru menyukai postingan anda,” komentar @ngakannn._
“Mimih gagah nee,” cetus @mlsklungkung.
Editor : I Putu Suyatra