Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buda Kliwon Pegat Uwakan, Rangkaian Akhir Galungan, Ini Prosesi dan Tahapan Mencabut Penjor

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 1 September 2023 | 12:00 WIB

 

Penjor Galungan dicabut pada Buda Kliwon Pegat Uwakan
Penjor Galungan dicabut pada Buda Kliwon Pegat Uwakan

BALI EXPRESS- Rabu 6 September 2023 disebut dengan Buda Kliwon Pahang atau Buda Kliwon Pegat Uwakan, ada menyebut Buda Kliwon Pamegat yang merupakan bagian akhir dari Galungan dan Kuningan umat Hindu di Bali.

Bertepatan dengan Pegat Uwakan ini, penjor yang dipasang rangkaian Galungan dan Kuningan pun dicabut. Namun tidak sembarangan mencabutnya.

Buda Kliwon Pegat Uwakan merupakan rangkaian dari pelaksanaan Galungan maupun Kuningan. Prosesinya diawali dari Tumpek Wariga dan diakhiri dengan Buda Kliwon Pegat Uwakan atau kerap disebut Buda Kliwon Pahang.

Pelaksanaan Buda Kliwon Pegat Uwakan ini biasanya dirangkaikan dengan melepas mencabut penjor. Tak sekadar dicabut, tapi juga akan dibakar.

Semua alat yang terpasang di penjor akan dibakar. Abunya dimasukkan ke dalam klungah nyuh gading yang telah diambil airnya. Selanjutnya klungah ini ditanam di tempat pemasangan penjor itu.

Dalam Lontar Sundarigama, dijelaskan bahwa Buda Kliwon Pegat Uwakan, yaitu  ngaran, pati warah panelasing mengku, biana semadi, waraning dungulan ika, wekasing perelina, ngaran kalingan ika, pakenaning sang wiku lumekasang kang yoga semadi, umoring kala ana ring Nguni, saha widi-widdana sarwa pwitra, wangi-wangi, astawakna ring sarwa dewa, muang sesayut dirgayusa abesik, katur ring Sang Hyang Tunggal, panyeneng tatebus.

Baca Juga: Dibangun di Kawasan 'Tenget', Gubernur Koster Ingatkan Rekanan Proyek Embung Sungai Unda Bekerja Serius

Artinya:
Pada Buda Kliwon Pahang adalah Hari Raya Pegat Uwakan, ini dikatakan sebagai hari berakhirnya tapa brata.

Sang wiku patut melaksakanan renungan suci dengan sarana wangi-wangian dan sesayut dirgayusa yang dipersembahkan ke hadapan Sanghyang Tunggal dengan dilengkapi penyeneng dan tetebusan.

Secara bahasa, pegat memiliki artinya putus. Sementara uwakan memiliki makna kembali. 

Sehingga artinya masyarakat Hindu Bali sudah menjalankan Hari Raya Galungan dan Kuningan, telah memperoleh pengetahuan lewat proses pengendalian diri yang dilaksanakan selama Galungan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #pegat uwakan #hindu #galungan #kuningan