GIANYAR, BALI EXPRESS - Tim inavis Polda Bali dipimpin Dirkrimum, bersama tim Reserse Kriminal Polres Gianyar, Sabtu (2/9) melakukan investigasi penyebab putusnya lift Ayuterra Resort Ubud, yang mengakibatkan meninggalnya lima karyawan resort mewah tersebut.
Selama kurang lebih satu setengah jam, inavis melakukan pengecekan dan penelitian tali seling yang putus, rel, dan semua hal yang mengakibatkan jatuhnya lift yang menewaskan lima orang ini.
Kasat reskrim Polres Gianyar, Akp Ario Seno Wimoko menjelaskan inavis meneliti dari atas sampai bawah kondisi lift membayangkan bagaimana kejadiannya, dari mulai putus, jatuh hingga para korban terhempas jauh.
“Kami bukan menduga tapi pembuktian secara scientific investigation, atau investigasi secara menyeluruh, dan setelah ini akan kembali ada dari Labfor Polda Bali, untuk melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) lagi,” jelasnya.
Untuk menentukan siapa yang salah, kemudian penyebab kecelakaan ini terjadi, akan ada saksi ahlinya dan bukan dari kepolisian.
Polisi hanya melakukan pemeriksaan, dan menyambungkan antara kerangan saksi ahli dan hasil bitlabfor.
“Untuk pemeriksaan saksi-saksi baru empat saksi dari karyawan yang dimintai keterangan langsung ke rumah mereka, tidak di kantor atau di hotel ini,” imbuhnya.
Sementara, hingga Sabtu siang, sejumlah keluarga korban juga berdatangan ke lokasi kejadian untuk melaksanakan upacara pengulapan.
Sedangkan semua korban masih disemayamkan di dua rumah sakit, tiga korban di Rumah Sakit Payangan dan dua korban lainnya di RS Ari Canti Ubud.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus lift maut Ayuterra Resort Ubud yang terletak Banjar Kedewatan Let, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar, Bali pada Jumat 1 September 2023.
Lima korban yang merupakan karyawan Ayuterra Resort adalah Sang Putu Bayu Adi Krisna, 19; Ni Luh Superningsih, 20; I Wayan Aries Setiawan, 23; Kadek Hardiyani, 24; dan Kadek Yanti Pradewi, 19.
Kelimanya terjatuh setelah seling lift yang mereka naiki berlima terputus. Akibatnya mereka terhempas ke jurang hingga meninggal dunia.
Editor : I Putu Suyatra