BALI EXPRESS - Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda ungkap sisi mistis paska kejadian jatuhnya tram lift Ayuterra Resort.
Ida Pandita menyampaikan pandangannya usai meninjau langsung lokasi jatuhnya tram lift yang menewaskan lima karyawan Ayuterra Resort, Ubud, Senin (4/9).
Menurut Ida Pandita, saat melihat ke lokasi, Ida Pandita menemukan dua batang pohon besar bekas dipangkas.
“Ibu pernah potong pohon besar ya bu?” tanya Ida Pandita kepada owner Ayuterra Resort.
“Bukan saya,” jawabnya.
Sulingggih yang juga akademisi ini mengatakan bahwa ada dua pohon besar dengan akar yang masih tertinggal dipotong tanpa permisi, sedangkan pohon tersebut dihuni oleh makhluk tak kasat mata.
Tentu saja dalam ajaran Tri Hita Karana, disebutkan bahwa sebelum memotong atau mengusir makhluk lain, harus meminta izin terlebih dahulu.
Tujuannya adalah sopan santun antar sesama makhluk ciptaan Tuhan, dan menjaga keseimbangan alam semesta ini.
Ida Pandita menyarankan agar membuat palinggih untuk penghuni pohon yang telah ditebang itu. Kemudian di sekitar tempat itu agar tidak dibuat hunian untuk menghindari terganggunya makhluk tak kasat mata itu.
“Kalau penghuni itu marah, tidak ada artinya ini semua Bu. Tapi saya bukan mau nakut-nakuti,” ungkap Ida Pandita.
Sementara itu, Ida Pandita juga memberi nasihat kepada karyawan lain yang bekerja di Ayuterra Resort agar tidak merasa menyesal berada dan bekerja di tempat tersebut. Sebab setiap orang sudah membawa pahala dari karmanya masing-masing.
“Setiap orang sudah membawa pahala dari karmanya masing-masing. Tugas kita adalah menormalisasi keadaan-keadaan ini,” jelas Ida Pandita.