Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tragedi Lift Ayuterra Resort Ubud: Fakta Mengerikan Terkuak, setelah Polisi Periksa 13 Saksi

I Wayan Ananda Mustika Putra • Rabu, 6 September 2023 | 05:03 WIB
Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko.
Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko.

GIANYAR, BALI EXPRESS - Insiden mengerikan terjadi di Ayuterra Resort, Ubud, Bali, ketika lift yang mengangkut lima orang tiba-tiba putus dan jatuh hingga 65 meter ke bawah dan merenggut nyawa semua penumpangnya.

Kasus ini telah memicu penyelidikan ketat oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gianyar dan tim dari Polda Bali.

Fakta paling mencolok yang ditemukan dalam penyelidikan adalah bahwa lift tersebut hanya menggunakan satu tali sling pada saat insiden yang menggemparkan publik Bali itu terjadi.

Ini sangat berbeda dengan konstruksi awal lift pada tahun 2018, yang dilengkapi dengan empat tali sling.

Lebih mengejutkannya lagi, lift ini tidak memiliki sistem rem darurat (emergency brake) yang berfungsi.

Sehingga, ketika tali slingnya putus, lift tersebut menjadi tidak terkendali dan meluncur bebas ke bawah, seperti yang terlihat dalam rekaman CCTV yang mengguncang hati di Ayuterra Resort.

“Itu artinya tidak ada emergency brake (rem darurat) dan saat sling satu itu putus pasti tidak ada kesempatan lagi dan meluncur bebas ke bawah seperti pada rekaman CCTV yang beredar luas pada Ayuterra resort,” kata Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko, Selasa (5/9).

“Para penyelidik telah memeriksa sebanyak 13 saksi, termasuk karyawan resort, kontraktor yang memasang lift, dan teknisi yang bertanggung jawab atas pemeliharaan,” Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko, Selasa (5/9) .

Penyelidikan lebih lanjut akan terus fokus pada kontraktor dan teknisi, dengan penekanan pada pemeliharaan lift, penggantian tali sling, dan faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab putusnya tali sling mematikan itu.

Para karyawan juga memberikan wawasan berharga tentang pengalamannya saat menaiki lift ini selama bekerja di resort mewah ini. Mereka juga berbagi pengetahuan mereka tentang insiden tragis ini.

Penyelidikan masih dalam proses, dan tim investigasi menunggu hasil dari tim ahli untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang penyebab pasti dari insiden mematikan ini.

Semua barang bukti yang relevan telah diamankan dari tempat kejadian perkara (TKP), dan otoritas berkomitmen untuk mencegah terulangnya tragedi semacam ini di masa depan.

Kasus ini adalah pengingat yang mengerikan tentang pentingnya pemeliharaan dan keselamatan lift dalam industri perhotelan yang berkembang pesat di Bali dan seluruh dunia.

Seperti diberitakan sebelumnya, lima staf sebuah Ayuterra Resort di Kabupaten Gianyar, Bali, mengalami akhir tragis setelah tali penggantung lift yang mereka naiki tiba-tiba putus pada Jumat (1/9) sekitar pukul 13.00 WITA. Dua orang meninggal di lokasi kejadian, sedangkan tiga lainnya meninggal dalam perawatan di rumah sakit.

Kejadian mengerikan ini terjadi di Ayuterra Resort di Banjar Kedewatan Let, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. Saat itu, lima karyawan, dua wanita dan tiga pria, sedang naik lift menuju lobi hotel. Namun, ketika lift gondola hampir mencapai tujuannya, tali baja yang mengikat gondola tersebut tiba-tiba putus.

Konsekuensinya, lift gondola dengan cepat meluncur turun dengan kemiringan 35 derajat dan menempuh jarak sekitar 100 meter. Para korban terpental dan jatuh ke bawah. Dua di antaranya meninggal di tempat kejadian, sedangkan tiga lainnya, setelah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Payangan, juga akhirnya dinyatakan meninggal.

Mereka yang meninggal adalah Sang Putu Bayu Adi Krisna, 19 tahun, beralamat di Banjar Kedewatan, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar; Ni Luh Superningsih, 20 tahun, beralamat di Banjar Paneca, Desa Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar; I Wayan Aries Setiawan, 23 tahun, beralamat di Banjar Abiansemal, Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar; Kadek Hardiyanti, 24 tahun, beralamat di Banjar Teruna, Desa Taman Bali, Kecamatan/Kabupaten Bangli; dan Kadek Yanti Pradewi, 19 tahun, beralamat di Banjar Dinas Beji, Desa Munduk, Banjar, Buleleng.

"Para korban sebagian besar mengalami luka kepala yang serius, termasuk pendarahan dari hidung, telinga, dan mulut, serta cedera kepala belakang yang parah," ungkap salah satu sumber di lokasi kejadian.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #ubud #lift #gianyar #ayuterra resort