DENPASAR, BALI EXPRESS - Insiden putusnya tali sling lift di Ayuterra Resort Ubud Bali pada Jumat (1/9) lalu telah memicu tanggapan dari Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali.
Pasalnya, pada insiden lift maut itu, telah menghilangkan lima nyawa karyawan Ayuterra Resort Ubud Bali.
Tim Pengawas Ketenagakerjaan (Wasnaker) telah turun ke lokasi kejadian dua kali untuk melakukan investigasi.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, menjelaskan perkembangan terkini terkait insiden ini.
"Kami sudah memberikan laporan tertulis kepada Sekda Provinsi Bali, meskipun perlu ada penyesuaian sebelum publikasi resmi," ujar Setiawan kepada wartawan, Rabu (6/9).
Menanggapi penurunan jumlah tali sling lift dari tiga menjadi satu, Setiawan menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa tali tersebut pada November 2022.
Hasil pemeriksaan tersebut menyatakan bahwa tali tersebut layak digunakan dengan kapasitas maksimum empat orang atau setara dengan berat 300 kilogram. Pada saat itu, tarikan tali sling melalui tiga titik.
Namun, hasil investigasi lapangan terungkap bahwa telah pada Maret 2023 terungkap bahwa manajemen Ayuterra Resort telah mengganti tali sling lift menjadi hanya satu tali tanpa melaporkan perubahan tersebut kepada Disnaker atau tim yang melakukan pengujian pada tahun 2022.
Setiawan menekankan pentingnya melaporkan perubahan desain, fungsi, atau teknis untuk memastikan keamanan.
Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat regulasi teknis yang mengatur kapasitas penumpang lift, termasuk beban maksimum dan kemiringan.
Lift umumnya memiliki alarm, dan kapasitas maksimum biasanya mencapai sekitar 90 hingga 95 persen dari kapasitas maksimum yang ditentukan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali juga mencatat bahwa kasus ini masih dalam proses hukum oleh pihak kepolisian.
Pihaknya bertanggung jawab atas aspek teknis dan penegakan aturan sesuai kewenangan yang dimilikinya dalam menangani insiden ini.
Sebelum berakhirnya wawancara, Setiawan menegaskan, "Kita akan terus memantau perkembangan kasus ini dan melihat regulasi mana yang dilanggar serta tindakan apa yang akan diambil sebagai langkah selanjutnya."
Sebelumnya diberitakan bahwa ada gambar yang mengungkapkan perbedaan tali sling lift di Ayu Terra Resort Ubud, dari tiga tali sling empat tahun lalu menjadi satu pada empat bulan yang lalu.
Terkait hal itu, polisi menyebut bahwa pengurangan tersebut dilakukan atas permintaan owner sendiri.
Kapolres Gianyar, AKBP I Ketut Widiada, mengungkapkan bahwa menurut pemeriksaan Polres Gianyar pada teknisi lift Ayu Terra Resort, pengurangan tali sling itu sengaja dilakukan oleh owner dengan alasan bahwa satu tali sling lebih kuat dari tiga tali sling.
Meskipun demikian, Polres Gianyar masih menunggu hasil dari Bid Labpor Polri Cabang Denpasar untuk memastikan keamanan pengurangan tersebut.
"Tiga tali sling itu kekuatannya sesuai dengan keterangan teknisi di sana, masing-masing tali sling memiliki kekuatan 400 kilogram. Jadi, dengan tiga tali sling, kapasitas maksimalnya adalah 1,2 ton," kata Kapolres.
Dalam upaya meminimalisir jumlah tali sling yang digunakan, owner resort meminta teknisi untuk mengganti tali sling yang semula tiga menjadi hanya satu. Namun, satu tali sling ini memiliki kekuatan 1,8 ton menurut keterangan teknisi.
Kapolres mengakui bahwa belum dapat dipastikan apakah satu tali sling dengan kekuatan 1,8 ton tersebut tidak akan menyebabkan kecelakaan lift. Hasil pemeriksaan laboratorium dari Bidlapor Polri Cabang Denpasar akan menentukan keamanan pengurangan tali sling ini.
Meski begitu, pengacara dari Ayuterra Resort, Nyoman Wirajaya, membantah klaim ini. Ia menyatakan bahwa tidak ada permintaan untuk mengurangi tali sling. Yang ada hanyalah permintaan dari owner agar kapasitas muatan lift ditingkatkan untuk meningkatkan keamanan.
Pihak resort akan mengusut lebih lanjut masalah ini, terutama karena teknisi lift bekerja langsung dari pembuatnya. "Jika ini benar disebabkan oleh kelalaian kontraktor, kami akan mengejar mereka karena telah merugikan perusahaan dan mengakibatkan hilangnya nyawa," tegas Nyoman Wirajaya.