Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Satu Money Changer Bodong di Kuta Selatan, Petugas Berikan Pembinaan

I Putu Resa Kertawedangga • Sabtu, 16 September 2023 | 01:41 WIB
PEMBINAAN: Petugas gabungan saat memberikan pembinaan kepada money changwr di Kuta Selatan, Jumat (15/9).
PEMBINAAN: Petugas gabungan saat memberikan pembinaan kepada money changwr di Kuta Selatan, Jumat (15/9).

BADUNG, BALI EXPRESS - Tim gabungan yang terdiri dari Asosiasi Pengusaha Valuta Asing (APVA), Polda Bali, Trantib Kecamatan Kuta Selatan, dan Satpol PP BKO Kuta Selatan melaksanakan sidak money changer, Jumat (15/9).

 

 

Sidak yang dilaksankaan di Kuta Selatan, tepatnya di Jalan Pratama hingga ke Tanjung Benoa, ditemukan satu money changer yang tidak memiliki izin alias bodong.

 

 

Kepala Seksi (Kasi) Trantib Kecamatan Kuta Selatan, Kadek Alit Juwita mengatakan, sidak yang dilakukan tersebut merupakan pembinaan dari APVA bersama Polda Bali. Hal ini dilakukan lantaran adanya keluhan adanya money changer yang melakukan penipuan dan tidak berizin. 

 

 

 

"Jadi masalah usaha money changer ini menjadi atensi dari APVA dan Polda Bali. Sebab belakangan ini cukup banyak usaha money changer di Kuta Selatan yang dikeluhkan. Baik karena tidak berizin ataupun melakukan kecurangan, walaupun hal itu belum terbukti secara langsung dan masih indikasi," ujar Alit. 

 

 

Menurutnya, dalam sidak yang dilaksanakan memang ditemukan satu usaha valuta asing yang tidak memiliki izin. Bahkan memasang papan rate di trotoar, sehingga usah tersebut diberikan pembinaan. 

 

“Kami menyarankan usaha itu agar ditutup sementara sambil mengurus perizinannya. Untuk proses selanjutnya itu berada di ranah AVPA dan Polda Bali. Nanti silahkan berkoordinasi dengan pihak terkait," ungkapnya, seraya menyatakan APVA akan memfasilitasi perizinan. 

 

Selain menemukan satu udaha tidak berizin, Alit mengaku dalam sidak tersebut money changer lainnya mendada tutup. Pihaknya pun menduga usaha money changer tersebut juga tidak berizin. “Saat kita sambangi, usaha-usaha itu memang tutup mendadak. Kita datangi, tidak ada orang sama sekali,” terangnya. 

 

 

 

Lebih lanjut pihaknya mengaku akan terus melakukan pengawasan money changer nakal. Namun dalam pengawasan ini ia mengaku akan tetapi berkoordinasi dengan APVA dan Polda Bali. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bodong #izin #money changer #satpol pp #badung