GIANYAR, BALI EXPRESS - Peristiwa ambrolnya jalan di Banjar Cebok, yang merupakan jalur menuju Desa Kedisan, Tegallalang, Gianyar, Bali, hingga saat ini masih belum mendapatkan solusi yang memadai.
Jalur yang terputus akibat longsor ini belum dapat dipindahkan ke jalur alternatif. Namun, warga Desa Kedisan telah memberikan persetujuan untuk mengalihkan lahan mereka menjadi jalur baru.
I Made Astawiguna selaku Kabid Bina Marga PUPR Gianyar, ketika dikonfirmasi, Kamis (28/9) mengungkapkan bahwa kemungkinan perbaikan akses jalan yang ambrol baru akan bisa dilakukan pada tahun 2024 mendatang.
Hal ini dikarenakan tingkat kerusakan yang sangat parah yang membutuhkan dana besar.
"Dana yang diperlukan cukup besar dan tidak dapat tersedia pada tahun 2023," ujarnya pada Selasa (26/9).
Sementara itu, Wayan Santaya, salah satu warga Banjar Cebok, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendengar bahwa warga Kedisan telah memberikan izin untuk menggunakan lahan Tegal mereka untuk pembangunan jalur baru.
"Saya mendengar bahwa semua warga Kedisan telah memberikan izin untuk menggunakan lahan Tegal yang akan dilewati oleh jalur baru ini. Mungkin kita hanya perlu menunggu persetujuan dari pihak terkait di atas," ungkapnya kemarin.
Sebelumnya, 75 rumah di Banjar Cebok mengalami kesulitan pasokan air bersih karena sambungan pipa air bersih dari Desa Kedisan juga terputus akibat longsor.
Namun, beberapa hari setelah kejadian tersebut, petugas PDAM Kabupaten Gianyar telah mulai melakukan upaya alternatif.
Staf perencanaan PDAM Kabupaten Gianyar, I Wayan Agus Suardiana, yang ditemui di lokasi, menjelaskan bahwa pengerjaan penyambungan pipa telah dilakukan sepanjang 250 meter menggunakan pipa berdiameter 3 Dim.
"Pipa ini telah disambungkan dan air telah mulai mengalir melalui pipa 3 Dim dari PDAM," katanya.
Sementara itu, di lokasi kejadian, jalur yang terputus telah menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas.
Selain itu, para pelajar dari Banjar Cebok yang hendak menuju sekolah di Desa Kedisan harus menghadapi kesulitan ekstra.
Mereka harus berjalan dengan hati-hati melintasi pematang sawah yang licin dan becek, serta ada dua lubang besar di tengah area persawahan yang saat ini amblas.
Kedua lubang tersebut hanya beberapa meter dari lokasi tanah amblas pertama.
Lubang-lubang tersebut memiliki diameter sekitar belasan meter. Kedua lubang ini terletak di tengah area persawahan dengan saluran air di bawahnya.
Di lokasi longsor utama, panjang jalan yang amblas diperkirakan sekitar 30 meter dengan kedalaman lebih dari 70 meter. Tanah longsor ini berhubungan langsung dengan ngarai di sisi selatan.
Editor : I Putu Suyatra